kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Harga Emas Rebound, Sentimen Geopolitik Masih Jadi Penentu


Rabu, 25 Maret 2026 / 15:48 WIB
Harga Emas Rebound, Sentimen Geopolitik Masih Jadi Penentu
ILUSTRASI. Setelah sempat naik 2 hari, harga emas masih berpotensi koreksi ke bawah US$ 4.000 per ons troi


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam sepekan terakhir, harga emas dunia bergerak fluktuatif dengan tekanan yang dominan, meski sempat mengalami kenaikan dalam dua hari terakhir.

Berdasarkan data Trading Economics, harga emas tercatat turun tajam selama periode 18-23 Maret 2026. Penurunan harian mencapai 3,74% pada Rabu (18/3/2026), disusul koreksi 3,51% pada Kamis dan 3,48% hingga penutupan Jumat (20/3/2026). Tekanan berlanjut pada Senin (23/3) dengan pelemahan 1,79%.

Namun, harga emas mulai berbalik arah dengan kenaikan 1,49% pada Selasa (24/3/2026) dan kembali menguat 1,66% pada Rabu (25/3/2026). Saat ini pada pukul 15.02 WIB, harga emas berada di level US$ 4.547 per ons troi.

Analis komoditas dan founder Traderindo.com, Wahyu Laksono menilai kenaikan sebesar 1,66% dalam sehari merupakan sinyal awal penguatan.

Baca Juga: Laba Bersih dan Pendapatan WIFI Kompak Naik Hingga Ratusan Persen!

"Secara teknikal, jika harga mampu bertahan di atas level support kritis yang terbentuk selama penurunan 18-23 Maret, maka tren kenaikan ini bukan sekadar dead cat bounce (kenaikan sementara), melainkan awal dari fase reli baru," ujar Wahyu saat dihubungi Kontan pada Rabu (25/3/2026). 

Ia menambahkan, lonjakan volume perdagangan saat harga naik menunjukkan adanya akumulasi beli yang signifikan oleh investor besar. 

Namun, pandangan berbeda disampaikan Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo. Ia menilai harga emas masih berpotensi terkoreksi terutama jika Amerika Serikat-Israel dengan Iran mencapai kesepakatan damai.

"Harga bisa menguji kembali level psikologis di bawah $4.000, karena fokus pasar akan beralih sepenuhnya ke data ekonomi dan kebijakan suku bunga Fed yang mulai melandai," kata Sutopo. 

Sebaliknya, apabila eskalasi berlanjut maka emas berpotensi memecahkan rekor tertinggi karena meningkatnya permintaan aset lindung nilai.

Sementara itu, Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai kenaikan harga emas dua hari terakhir ini belum cukup kuat untuk mengubah tren. 

Baca Juga: Segera IPO, BSA Logistics Indonesia Bidik Dana Segar Rp 306 Miliar

Alasannya, ketidakpastian masih tinggi seiring belum dibukanya kembali Selat Hormuz dan harga minyak yang tetap bertahan di level tinggi.

"Secara teknis, harga emas masih bearish untuk short dan medium term, walau untuk jangka panjang masih bullish," kata Lukman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×