Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas melanjutkan penguatan karena investor mencari kenyamanan logam safe-haven untuk mengantisipasi potensi dampak dari tarif resiprokal baru dari Presiden AS Donald Trump terhadap mitra dagang global.
Berdasarkan Trading Economics, emas spot naik 0,57% ke US$ 3.132 per ons pada pukul 15.36 WIB, Rabu (2/4). Emas mencapai level tertinggi sepanjang masa di US$ 3,148.88 pada hari Selasa (3/2).
"Pasar dapat menguji US$ 3.400 per ons troi selama 9 bulan ke depan dalam skenario bullish," kata Aakash Doshi, Kepala Strategi Emas Global di State Street Global Advisors, melansir Reuters, Rabu (2/4).
Baca Juga: Emas Masih Berkilau Jelang Pengumuman Kebijakan Tarif Trump
Ketegangan menyelimuti pasar menjelang tarif AS, yang akan diumumkan hari ini, yang disebut Presiden Donald Trump sebagai “Hari Pembebasan”. Gedung Putih mengkonfirmasi bahwa tarif baru akan diberlakukan, meskipun tidak memberikan rincian tentang ukuran atau cakupannya.
Kebijakan tarif Trump dapat meningkatkan inflasi, memperlambat pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan perselisihan perdagangan.
"Perlambatan ekonomi AS, inflasi yang berpotensi lebih tinggi, dan penurunan suku bunga dapat menjadi peluang bagi emas untuk mencapai US$ 3.300 dalam beberapa bulan mendatang," kata Philip Newman, Direktur Pelaksana Metals Focus.
Reli emas juga didorong oleh permintaan bank sentral yang kuat, ekspektasi pelonggaran suku bunga oleh Federal Reserve, ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa, dan peningkatan aliran ke dalam reksadana yang diperdagangkan di bursa yang didukung oleh emas.
Baca Juga: Penjualan Mobil Meningkat Sebelum Harga Naik Akibat Tarif Trump
Logam ini dianggap sebagai lindung nilai terhadap ketidakstabilan politik dan inflasi.
Para pejabat Fed khawatir bahwa lapangan kerja dapat merosot, tetapi ancaman inflasi yang dipicu oleh tarif membatasi kemampuan mereka untuk melakukan apa pun.
Pasar juga menunggu laporan ketenagakerjaan ADP AS yang akan dirilis pada hari ini, dan data penggajian non-pertanian yang akan dirilis pada hari Jumat.
Selanjutnya: RUPS Bank BUMN Menyisakan Kerikil, Pengamat Beri Catatan
Menarik Dibaca: 10 Jus yang Paling Cepat Menurunkan Kadar Kolesterol Tinggi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News