kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Harga Emas Naik, Investor Menyerbu Aset Safe Haven di Tengah Memanasnya Perang Iran


Senin, 02 Maret 2026 / 07:50 WIB
Diperbarui Senin, 02 Maret 2026 / 18:08 WIB
Harga Emas Naik, Investor Menyerbu Aset Safe Haven di Tengah Memanasnya Perang Iran
ILUSTRASI. Harga emas naik lantaran investor berbondong-bondong mencari aset safe haven. (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas melonjak pada perdagangan awal pekan ini, Senin (2/3/2026). Mengutip Bloomberg, pukul 07.41 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.377,20 per ons troi, naik 2,46% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 5.247,90 per ons troi.

Harga emas naik lantaran investor berbondong-bondong mencari aset safe haven di tengah guncangan pasar akibat perang di Timur Tengah.

Pada perdagangan pagi ini, harga emas naik lebih dari 2%, setelah naik lebih dari 3% pada pekan lalu seiring peningkatan jumlah pasukan AS di wilayah Timur Tengah.

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak di Awal Pekan, Imbas Memanasnya Konflik Iran

Konflik menyebar pada akhir pekan setelah AS dan Israel menyerang Iran dan Teheran membalas dengan gelombang rudal ke target di berbagai negara.

Ketegangan geopolitik telah menjadi faktor kunci reli emas yang berkepanjangan, didukung pembelian oleh bank sentral dan pergeseran investor dari obligasi pemerintah dan mata uang ke emas.

"Kenaikan harga emas pada Senin ini merupakan indikasi awal investor mencari aset safe haven di tengah meningkatnya ketidakpastian regional," kata Ahmad Assiri, ahli strateg Pepperstone Group Ltd seperti dikutip Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×