kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Emas Meredup Sejalan dengan Mulai Meredanya Kekhawatiran Konflik Iran Vs Israel


Senin, 22 April 2024 / 15:34 WIB
Harga Emas Meredup Sejalan dengan Mulai Meredanya Kekhawatiran Konflik Iran Vs Israel
ILUSTRASI. Emas batangan. REUTERS/Michael Dalder/File Photo


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga emas tergelincir lebih dari 1% pada hari Senin, karena meredanya kekhawatiran akan konflik Timur Tengah telah menurunkan daya tarik emas batangan sebagai aset safe-haven.

Di lain sisi, para pelaku pasar menunggu data inflasi utama AS yang akan dirilis pada akhir pekan ini untuk mengetahui isyarat tingkat suku bunga yang bakal dipatok The Fed.

Harga emas di pasar spot turun 1,4% menjadi US$ 2.357,19 per ons pada 0716 GMT. Sementara itu, harga emas berjangka AS turun 1,8% menjadi US$ 2.371,00 per ons.

Teheran meremehkan serangan drone balasan Israel terhadap Iran, yang tampaknya merupakan langkah yang bertujuan untuk mencegah eskalasi regional.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Simak Prospek ke Depannya

Harga emas sempat naik ke level US$ 2.417,59 pada sesi sebelumnya alias level yang tidak jauh dari rekor tertinggi US$ 2,431.29 yang dicapai pada 12 April.

“Saat ini, tidak ada katalis yang mendorong harga emas untuk naik lebih tinggi," kata Kelvin Wong, analis pasar senior untuk Asia Pasifik di OANDA.

Sejumlah saham di pasar Asia telah memulihkan sebagian kerugiannya dan kenaikan imbal hasil obligasi sejalan dengan aksi investor yang mulai kembali beralih ke aset-aset berisiko.

Namun demikian, Wong mengatakan premi risiko geopolitik tetap positif dalam jangka menengah dan panjang karena konflik antara Israel dan Hamas tidak memiliki kejelasan atau tanda-tanda gencatan senjata.

Sementara itu, Presiden Federal Reserve Chicago Austan Goolsbee bilang kemajuan dalam menurunkan inflasi telah terhenti tahun ini. Pernyataan ini sejalan dengan pejabat Fed lainnya yang percaya bahwa suku bunga perlu tetap tinggi lebih lama agar tekanan harga dapat dikendalikan kembali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×