kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.935
  • EMAS702.000 -0,57%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Harga emas masih lesu karena investor buru instrumen berisiko seperti saham


Rabu, 19 Juni 2019 / 21:18 WIB

Harga emas masih lesu karena investor buru instrumen berisiko seperti saham
ILUSTRASI. Emas batangan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan harga emas masih mengalami pelemahan hingga perdagangan hari ini. Padahal, rencana Bank Sentral Amerika Serikat (AS/The Fed) untuk melonggarkan kebijakan moneternya bisa menjadi momentum bagi harga emas untuk naik.

Berdasarkan data Bloomberg pada perdagangan Rabu (19/6), harga emas untuk pengiriman Agustus 2019 di Bursa Commodity Exchange (Comex) masih mencatatkan pelemahan 0,34% atau berada di level US$ 1.346,10 per ons troi.


Analis Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar mengatakan, pelaku pasar saat ini cenderung memburu instrumen berisiko seperti saham. Hal ini karena investor ingin memanfaatkan momentum pelonggaran kebijakan moneter oleh The Fed.

"Ini karena adanya potensi pelonggaran kebijakan moneter. Ditambah lagi dengan kepastian pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping pada KTT G20 nanti," kata Deddy kepada Kontan, Rabu (19/6).

Deddy menilai, dengan kondisi saat ini minat investor cenderung turun untuk investasi pada aset yang bersifat lindung nilai. Hal ini terjadi juga pada harga emas, yang merupakan salah satu pilihan safe haven.

"Hal ini wajar, karena investor akan menempatkan dana mereka pada investasi yang memiliki imbal hasil lebih tinggi," ungkapnya.

Untuk prospek harga emas ke depan, Deddy mengungkapkan bahwa perkembangan geopolitik masih menjadi perhatian. Termasuk perkembangan rencana Inggris keluar dari Uni Eropa atau yang dikenal dengan Brexit dan ketegangan kawasan Timur Tengah.

Secara teknikal Dessy mengungkapkan pergerakan harga emas cenderung masih menguat. Menurut pantauannya, harga emas bergulir di atas MA 50 100 dan 200, sehingga masih ada peluang untuk menguat. Untuk indikator RSI di area 68, cenderung mengindikasikan kenaikan.

Untuk indikator stochastic, saat ini berada di area 52, dan berpotensi menguat, begitu juga dengan MACD yang masih menunjukkan tren positif. Sehingga Deddy merekomendasikan investor untuk buy on weakness.

"Untuk besok, harga emas berada di rentang resistance US$ 1.348,10 per ons troi, sedangkan level support di kisaran US$ 1.338,40 per ons troi. Adapun untuk sepekan harga bergerak di rentang US$ 1.354,40 per ons troi - US$ 1.332,80 per ons troi," tandasnya.


Reporter: Kenia Intan
Editor: Noverius Laoli
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0547 || diagnostic_web = 0.3230

Close [X]
×