kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 17.931   -99,00   -0,55%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Harga emas koreksi tipis, masih mencatat kenaikan 15% sejak awal tahun


Selasa, 24 Desember 2019 / 08:30 WIB
ILUSTRASI. Selasa (24/12) pukul 8.12 WIB, harga emas hanya turun tipis 0,06% ke US$ 1.484,89 per ons troi.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar keuangan global mulai sepi jelang libur Natal esok. Selasa (24/12) pukul 8.12 WIB, harga emas hanya turun tipis 0,06% ke US$ 1.484,89 per ons troi dari harga penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.485,79 per ons troi.

Akhir pekan lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa AS dan China segera meneken kesepakatan dagang fase satu. China kemarin mengatakan akan menurunkan tarif produk dari AS seperti daging babi beku, alpukat, hingga semikonduktor mulai tahun depan.

Baca Juga: Ini lima alasan mengapa generasi milenial harus menabung emas sejak sekarang

Meski masih ada ketidakpastian, pernyataan positif kedua negara ini masih menjadi penopang kenaikan pasar keuangan. Data negatif yang masih bisa mengangkat harga emas antara lain pesanan baru barang modal AS yang bergerak tipis dan pengiriman yang turun. Hal ini menunjukkan potensi tekanan pertumbuhan ekonomi di kuartal keempat.

"Harga loga mulai cenderung akan bertahan dan mungkin naik di tengah kenaikan pasar saham,"  kata Jim Wyckoff, analis senior Kitco Metals kepada Reuters.

Baca Juga: Harga emas menembus US$ 1.484 per ons troi di pasar spot

Harga emas sudah menguat 15,81% sejak awal tahun ini. Meski ada koreksi tipis jelang akhir pekan, harga emas berpotensi mencetak salah satu rekor kenaikan tertinggi secara tahunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×