kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.801   -29,00   -0,17%
  • IDX 8.250   118,21   1,45%
  • KOMPAS100 1.166   20,12   1,76%
  • LQ45 838   8,68   1,05%
  • ISSI 294   5,69   1,97%
  • IDX30 434   3,54   0,82%
  • IDXHIDIV20 518   -0,72   -0,14%
  • IDX80 130   2,10   1,64%
  • IDXV30 142   0,90   0,64%
  • IDXQ30 140   -0,13   -0,09%

Harga emas hari ini masih turun 0,46% di level US$ 1.545,42 per ons troi


Kamis, 05 September 2019 / 11:02 WIB
Harga emas hari ini masih turun 0,46% di level US$ 1.545,42 per ons troi
ILUSTRASI. Emas batangan


Reporter: Azis Husaini | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Harga emas spot siang masih turun. Data Bloomberg, pada Kamis (5/9) Pukul 10.56 WIB, harga emas spot US$ 1.545,42 per ons troi atau turun 0,46% dibandingkan dengan harga emas kemarin yang ditutup US$ 1.552,55 per ons troi.

Harga emas untuk kontrak pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange ini berada di US$ 1.554,30 per ons troi, turun 0,39% jika dibandingkan dengan harga tertinggi kemarin pada US$ 1.560,40 per ons troi.

Baca Juga: Harga emas hari ini turun 0,55% di level US$ 1.543,95 per ons troi

Harga emas menguat setelah imbal hasil US Treasury mencapai level terendah sejak Juli 2016. "Harga emas masih bisa menguat lagi, didorong oleh kondisi makro yakni penurunan yield obligasi global yang tampaknya meluas," kata Edward Meir, analis INTL FCStone kepada Reuters.

Menurut FedWatch tool dari CME, para trader telah memperhitungkan penurunan suku bunga acuan Fed Fund Rate sebesar 25 basis point pada bulan ini.

Meir mengatakan, ketika investor memegang emas, setidaknya investor bisa mendapatkan kembali uangnya ketika harga tetap. Sementara nilai tukar dolar AS turun dalam dua hari perdagangan terakhir setelah Rabu lalu menyentuh level tertinggi sejak Mei 2017.

Selain karena koreksi dari level tertinggi, harga emas juga turun karena pencabutan RUU ekstradisi di Hong Kong dan parlemen Inggris mengupayakan penghentian rencana hard Brexit Perdana Menteri Boris Johnson.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×