Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas dunia melonjak tajam dan nyaris menembus level psikologis US$ 5.400 per ons pada Rabu (28/1/2026).
Lonjakan ini menegaskan reli emas yang terus menguat sepanjang bulan ini, didorong meningkatnya minat investor terhadap aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Emas spot tercatat naik sekitar 4% ke posisi US$ 5.393,19 per ons pada pukul 16.08 waktu AS. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup menguat 4,3% di level US$5.303,60 per ons.
Pasar relatif tidak bereaksi terhadap keputusan bank sentral AS (The Fed) yang mempertahankan suku bunga acuannya, sesuai ekspektasi pelaku pasar. Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell usai rapat kebijakan juga tidak banyak memengaruhi pergerakan harga emas.
Baca Juga: Harga Emas Bisa Sentuh US$ 4.275! Saatnya Investor Indonesia Siap-Siap?
Menurut Wakil Presiden sekaligus analis senior logam mulia Zaner Metals, Peter Grant, reli harga logam mulia saat ini bergerak sangat kuat.
Meski emas dinilai sudah berada di area jenuh beli dan rentan koreksi, minat beli yang tetap kuat setiap kali harga terkoreksi masih membuka peluang kenaikan lanjutan dengan target berikutnya di kisaran US$5.400 per ons.
The Fed sebelumnya menegaskan inflasi masih berada di atas target 2% meskipun pertumbuhan ekonomi AS dinilai solid.
Dua pejabat The Fed, Christopher Waller dan Stephen Miran, bahkan memberikan suara berbeda dengan mengusulkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Pelaku pasar menilai emas tetap atraktif meski kebijakan moneter AS cenderung stagnan. Emas dikenal sebagai aset lindung nilai yang biasanya berkinerja baik saat suku bunga rendah dan ketidakpastian meningkat.
Baca Juga: Harga Emas Spot Sentuh US$ 3.605 per Ons Troi, Emas Antam Ikut Meroket
Sepanjang tahun ini, harga emas telah melonjak lebih dari 25%, melanjutkan tren penguatan tajam sejak tahun lalu.
Sentimen positif juga datang dari sektor kripto. Tether berencana mengalokasikan sekitar 10% hingga 15% portofolio investasinya ke emas fisik, menambah cadangan emas yang selama ini menopang sebagian produknya.
Tak hanya emas, harga perak juga ikut menguat. Perak spot naik 3,3% ke level US$116,69 per ons, setelah mencetak rekor tertinggi di US$117,69 pada awal pekan.
Sepanjang tahun ini, harga perak telah melonjak lebih dari 60%, meski analis menilai ada potensi koreksi jangka pendek.
Baca Juga: Harga Emas Memperpanjang Rekor Tertinggi, Didorong Permintaan Safe Haven yang Kuat
Harga platinum naik 2,5% ke US$ 2.707,67 per ons, sementara palladium melesat 7,2% ke US$ 2.073,50 per ons, mencerminkan kuatnya minat investor terhadap logam mulia secara keseluruhan.
Selanjutnya: Begini Nasib IHSG yang Terancam Turun Kasta Pasca Pengumuman MSCI
Menarik Dibaca: Harga Emas Antam Tembus Rp 3 Juta Rabu Sore 28 Januari 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













