kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Harga Emas Dunia Kehilangan Momentum, Berpotensi Anjlok ke US$ 4.040 per Ons Troi


Kamis, 22 Oktober 2026 / 16:53 WIB
Harga Emas Dunia Kehilangan Momentum, Berpotensi Anjlok ke US$ 4.040 per Ons Troi
ILUSTRASI. Harga Emas - Logam Mulia (REUTERS/Kim Hong-Ji)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas dunia masih dibayangi tekanan jual di tengah dominasi sinyal bearish secara teknikal dan ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS). 

Melansir Trading Economics pada Kamis (22/10) pukul 16.35 WIB harga emas di pasar spot bertengger di level US$ 4.084 per ons troi atau melemah 1,39% secara harian dan 2,1% dalam sepekan terakhir.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit memperkirakan harga emas di pasar spot atau XAUUSD berpotensi terjerembab menuju US$ 4.073 per ons troi hingga US$ 4.040 per ons troi dalam jangka pendek jika tekanan jual berlanjut.

Baca Juga: Japfa (JPFA) Bakal Serap Capex Jumbo hingga Akhir Tahun 2026, Cek Prospek Sahamnya

Geraldo menjelaskan, secara teknikal, pergerakan harga emas pada grafik harian masih tertahan di area resistance US$ 4.156-US$ 4.200 per ons troi. Menurut dia, selama harga emas belum mampu menembus zona resistance tersebut, ruang penguatan diperkirakan masih terbatas.

"Pola Drop Base Drop yang terbentuk juga mencerminkan risiko berlanjutnya tren penurunan setelah fase konsolidasi harga," ujar Geraldo dalam risetnya, Kamis (22/10/2026).

Dari sisi fundamental, prospek emas turut dipengaruhi perkembangan inflasi AS dan arah kebijakan suku bunga The Fed. Kenaikan harga minyak berpotensi mempertahankan tekanan inflasi sehingga dapat membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter AS.

Ke depan, pasar juga mencermati keputusan suku bunga The Fed pada 27–28 Oktober serta rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada pekan berikutnya. Kedua agenda tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga dan pergerakan dolar AS.

Perubahan ekspektasi suku bunga menjadi salah satu faktor penting bagi harga emas. Pasalnya, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) berpotensi menekan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga.

Di sisi lain, penurunan yield US Treasury yang sempat terjadi sebelumnya dapat memberikan ruang bagi pemulihan harga emas. Namun, pemulihan tersebut berpotensi terbatas apabila ketidakpastian arah kebijakan moneter masih tinggi.

Dengan demikian, pergerakan dolar AS, yield US Treasury, harga minyak, serta perkembangan inflasi AS akan menjadi faktor yang perlu dicermati investor untuk mengukur prospek emas selanjutnya.

Baca Juga: Bank of Singapore Beli 10,51% Saham Cemindo Gemilang (CMNT)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×