kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Harga emas diramal akan tertekan data PDB China


Kamis, 18 Oktober 2012 / 08:57 WIB
Promo HokBen terbaru 12-15 Agustus 2021, nikmati promo super bowl merdeka yang berlaku 4 hari. 


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Pergerakan harga emas diprediksi akan menurun untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir. Salah satu penyebabnya, sejumlah ekonom memprediksi, pertumbuhan ekonomi China akan melambat untuk tujuh kuartal berturut-turut. Kondisi itu akan memangkas permintaan komoditas dunia, tak terkecuali emas.

Berdasarkan hasil survei sejumlah ekonom yang dilakukan Bloomberg, tingkat Produk Domestik Bruto China (PDB) akan tumbuh 7,4% pada periode Juli-September. Meski demikian, Perdana Menteri China Wen Jiabao memberikan sinyal bahwa perekonomian China sudah mulai stabil.

"Kecemasan akan penurunan permintaan emas akan menjadi fokus pelaku pasar, dengan sentimen PDB China," jelas Mark Pervan, analis Australia & New Zealand Banking Group Ltd.

Dia memprediksi, harga emas akan bergerak lebih volatil dan kemungkinan akan turun menuju US$ 1.735 per troy ounce jika data China mengecewakan.

Catatan saja, pada pukul 09.13 waktu Singapura, harga emas di pasar spot tak banyak mencatatkan perubahan di posisi US$ 1.748,55 per troy ounce. Dalam dua hari terakhir, harga emas sudah naik 0,7%. Sedangkan harga kontrak emas untuk pengantaran Desember turun 0,2% menjadi US$ 1.749,70 per troy ounce di Comex, New York.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×