kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.890.000   -66.000   -2,23%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Harga emas cenderung flat menghadapi potensi kenaikan suku bunga AS


Selasa, 13 Maret 2018 / 08:03 WIB
Harga emas cenderung flat menghadapi potensi kenaikan suku bunga AS
ILUSTRASI. Emas batangan Antam


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas masih bergerak dalam level terbatas. Selasa (13/3) pukul 7.54 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2018 di Commodity Exchange naik tipis US$ 3,80 menjadi US$ 1.324,60 per ons troi.

Meski naik tipis dari posisi kemarin, harga emas cenderung stagnan dari penutupan harga akhir pekan lalu. "Investor dalam mode bertahan," kata Rob Lutts, chief investment officer Cabot Wealth Management kepada Reuters. Dia menambahkan, harga emas bisa bergerak ke pertengahan US$ 1.200-an.

Menjelang rapat Federal Reserve pekan depan, harga emas cenderung bergerak tipis. Dalam sepekan ini, rentah bergerakan harga emas hanya US$ 1.321 hingga US$ 1.325 per ons troi.

Harga emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga. Kenaikan suku bunga akan menaikkan nilai tukar dollar. Alhasil, komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang ini akan menjadi lebih mahal. "Suku bunga yang lebih tinggi merupakan pesaing emas. Tapi ketika inflasi merupakan penyebab kenaikan suku bunga, harga emas akan diuntungkan," kata Lutts.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×