kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.766   73,00   0,41%
  • IDX 6.460   23,47   0,36%
  • KOMPAS100 852   2,21   0,26%
  • LQ45 648   1,05   0,16%
  • ISSI 224   1,36   0,61%
  • IDX30 360   1,18   0,33%
  • IDXHIDIV20 450   2,27   0,51%
  • IDX80 97   0,26   0,27%
  • IDXV30 124   0,27   0,22%
  • IDXQ30 116   0,48   0,41%

Harga emas cenderung flat menghadapi potensi kenaikan suku bunga AS


Selasa, 13 Maret 2018 / 08:03 WIB
ILUSTRASI. Emas batangan Antam


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas masih bergerak dalam level terbatas. Selasa (13/3) pukul 7.54 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2018 di Commodity Exchange naik tipis US$ 3,80 menjadi US$ 1.324,60 per ons troi.

Meski naik tipis dari posisi kemarin, harga emas cenderung stagnan dari penutupan harga akhir pekan lalu. "Investor dalam mode bertahan," kata Rob Lutts, chief investment officer Cabot Wealth Management kepada Reuters. Dia menambahkan, harga emas bisa bergerak ke pertengahan US$ 1.200-an.

Menjelang rapat Federal Reserve pekan depan, harga emas cenderung bergerak tipis. Dalam sepekan ini, rentah bergerakan harga emas hanya US$ 1.321 hingga US$ 1.325 per ons troi.

Harga emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga. Kenaikan suku bunga akan menaikkan nilai tukar dollar. Alhasil, komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang ini akan menjadi lebih mahal. "Suku bunga yang lebih tinggi merupakan pesaing emas. Tapi ketika inflasi merupakan penyebab kenaikan suku bunga, harga emas akan diuntungkan," kata Lutts.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×