kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

Harga Emas Bullish, Emiten Pertambangan Bakal Genjot Produksi Emas Tahun Ini


Kamis, 09 Januari 2025 / 05:05 WIB
Harga Emas Bullish, Emiten Pertambangan Bakal Genjot Produksi Emas Tahun Ini
ILUSTRASI. Emiten-emiten tambang emas di Indonesia bakal agresif menggenjot produksi pada tahun 2025, seiring prospek bisnis yang positif.


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Noverius Laoli

Di sisi lain, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menargetkan produksi emas sebesar 90.000 ons pada 2025. Target tersebut akan dicapai melalui pengembangan tambang Batu Hijau yang kini memasuki fase awal Fase 8 dengan kadar bijih rendah hingga sedang.

Vice President Corporate Communications Amman Kartika Octaviana mengungkapkan, perusahaan fokus pada efisiensi operasional dan melanjutkan proyek-proyek strategis, seperti komisioning smelter tembaga, pembangkit listrik, dan perluasan fasilitas pengolahan bijih.

Amman mengalokasikan capex sebesar US$ 1,4 miliar untuk mendukung ekspansi ini.

Entitas pertambangan grup Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR) menargetkan penjualan emas sebesar 240.000 ons pada 2025, meningkat dari proyeksi 235.000 ons pada 2024.

Baca Juga: Harga CPO Terus Mendaki, Triputra Agro (TAPG) Bakal Genjot Produksi

“Untuk prospek, kami mengacu pada analisis makro dan tren permintaan global yang positif,” ujar Sara K. Loebis, Corporate Secretary UNTR kepada Kontan, Selasa (7/1).

Selain itu, UNTR juga menargetkan peningkatan penjualan alat berat hingga 4.600 unit, produksi batubara klien sebesar 150-152 juta ton, dan penjualan nikel hingga 2 juta wmt pada 2025.

Capex sebesar US$ 1 miliar telah disiapkan, dengan alokasi utama untuk kontraktor pertambangan dan infrastruktur tambang mineral.

Adapun, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) akan fokus pada pengembangan Proyek Emas Pani dan Tembaga Tujuh Bukit yang ditargetkan mulai operasi pada akhir 2025. Proyek ini diharapkan memperkuat portofolio produksi perusahaan. 

Baca Juga: Ada Agenda Replanting, Emiten CPO Tetapkan Target Produksi Berbeda Tahun Ini

General Manager Communications MDKA Tom Malik mengatakan, dinamika geopolitik dan tren harga emas global menjadi katalis positif. "Target produksi 2025 akan kami umumkan segera, bersama detail capex yang mendukung proyek strategis tersebut,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×