kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Harga emas betah berada di zona hijau di sore ini


Jumat, 29 November 2019 / 16:37 WIB
ILUSTRASI. Emas batangan dan koin emas. REUTERS/Neil Hall/File Photo


Reporter: Tendi Mahadi, Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas terus berada di zona hijau hingga sore hari ini. Mengutip Bloomberg pada Jumat (29/11) pukul 16.20 WIB, harga emas berjangka untuk pengiriman Februari 2020 bertengger di level US$ 1.462,90 per ons troi.

Harga emas Commodity Exchange ini naik 0,14%.

Baca Juga: IHSG ditutup rebound 0,99% ke 6.011,83, akhiri penurunan enam hari beruntun

Sementara di pasar spot, harga emas berada di US$ 1.456,90 per ons troi. Harga emas ini naik 0,10% dari US$ 1.456,27 per ons troi pada perdagangan kemarin.

"Masih ada tekanan besar pada hara emas. Penting agar harga emas bertahan di atas US$ 1.450. Jika kenaikan pasar saham berlanjut, harga emas akan makin tertekan," kata Eugen Weinberg, analis Commerzbank kepada Reuters.

Dia menambahkan bahwa legislasi AS terhadap Hong Kong tidak terlalu mengangkat harga emas. "Peluang kesepakatan fase satu yang sudah tipis pun tidak meningkat," imbuh Wienberg.

Baca Juga: Rupiah ditutup melemah 0,12% ke level Rp 14.108 per dolar AS pada akhir pekan ini

Harga emas sudah turun lebih dari 6% dari level tertinggi September lalu. Bulan ini, harga emas bisa jadi mencetak penurunan bulanan terbesar dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas spot turun 3,81% sejak awal November.

John Sharma, ekonom National Australia Bank mengatakan, kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global telah mereda tapi tidak hilang. "Harga emas akan tetap kuat meski kesepakatan awal tercapai karena masih ada sejumlah masalah kompleks yang perlu diselesaikan," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×