kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Emas Bangkit di Akhir Pekan Didukung Solidnya Data Ekonomi AS


Jumat, 19 Januari 2024 / 11:57 WIB
Harga Emas Bangkit di Akhir Pekan Didukung Solidnya Data Ekonomi AS
ILUSTRASI. Harga emas hari ini mencatat pergerakan yang positif untuk mencoba pulih dari penurunan tajam minggu ini.


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas hari ini mencatat pergerakan yang positif untuk mencoba pulih dari penurunan tajam minggu ini. Harga emas berjangka tercatat naik sebesar 0,15% menjadi US$2.024,60 per ons troy pada Jumat (19/1) pukul 07.43 WIB. Sementara itu, harga emas spot stabil di sekitar US$ 2.023,05 per ons troi.

Harga emas menunjukkan bahwa logam mulia ini berusaha naik setelah menguat dari sesi sebelumnya, meski terdapat rilis data ekonomi yang berdampak. Emas kemungkinan akan mendapatkan support di US$ 2.004,60 dan menghadapi resistance di US$ 2.062,80.

Analis DCFX Andrew Fischer mengatakan, peningkatan aksi militer di Timur Tengah memicu permintaan safe haven untuk emas, tetapi kekuatan Dolar dan kenaikan suku bunga AS yang lebih tinggi membuat sebagian trader beralih ke Dolar. Harga emas hari ini mengalami kenaikan setelah data ekonomi AS yang kuat, namun masih mencerminkan ketidakpastian atas penurunan suku bunga oleh Federal Reserve.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 10.000 ke Rp 1.125.000 Per Gram, Jumat (19/1)

Indeks Dolar AS, yang memantau kinerja greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, mengalami penurunan sebesar 0,02%, diperdagangkan di level US$103,185. Andrew menjelaskan bahwa data ekonomi yang dirilis dapat memberikan kekuatan baru bagi indeks Dolar, yang kemungkinan akan memperpanjang tekanan jual pada logam mulia.

Di sisi lain, perak untuk penyerahan Maret naik 0,96% menjadi US$ 22,89 per ons troi di Comex, sementara tembaga untuk penyerahan Maret mengalami kenaikan sebesar 0,58% menjadi US$ 3,75 per pon. Perkembangan ini mencerminkan dinamika pasar logam yang turut mempengaruhi harga emas.

Menurut Andrew, harga emas kemungkinan masih akan mengalami fake out, di mana prediksi sebelumnya mengindikasikan penurunan, tetapi sebenarnya cenderung naik kembali. Ketidakpastian ekonomi, konflik Timur Tengah, dan serangan terhadap Houthi masih menjadi faktor penggerak. Dia juga mencatat perubahan tren dari bearish ke bullish, dengan potensi kenaikan harga ke depannya.

Baca Juga: Harga Emas Stabil Pada Jumat (19/1) Pagi

“Meskipun harga emas mengalami sedikit kenaikan pada bulan Desember, kondisi pasar yang tidak pasti menghadapi suku bunga yang tinggi untuk jangka waktu lebih lama menimbulkan tantangan bagi logam mulia ini. Para trader memperhatikan perkembangan terkini terkait data ekonomi dan kebijakan suku bunga AS, yang dapat memberikan arah baru bagi pasar emas,” ungkap Andrew dalam risetnya, Jumat (19/1).

Dengan adanya berita terkait USD yang diperkirakan dapat mempengaruhi pergerakan harga emas, pasar logam mulia perlu diawasi dengan cermat, dan para investor disarankan untuk mempertimbangkan kondisi ekonomi global dan faktor geopolitik dalam pengambilan keputusan investasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×