kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.899   29,00   0,17%
  • IDX 8.864   -20,70   -0,23%
  • KOMPAS100 1.229   2,09   0,17%
  • LQ45 872   5,23   0,60%
  • ISSI 323   -0,79   -0,24%
  • IDX30 446   5,07   1,15%
  • IDXHIDIV20 528   7,73   1,49%
  • IDX80 137   0,34   0,25%
  • IDXV30 146   1,82   1,26%
  • IDXQ30 143   1,63   1,15%

Harga Emas Antam Melaju, Berpeluang Sentuh Rp 2,9 Juta per Gram pada Kuartal I-2026


Selasa, 13 Januari 2026 / 12:26 WIB
Harga Emas Antam Melaju, Berpeluang Sentuh Rp 2,9 Juta per Gram pada Kuartal I-2026
ILUSTRASI. Harga emas Antam mencetak rekor baru, diprediksi tembus Rp 2,9 juta per gram pada kuartal I-2026.(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas Antam mencatat kenaikan di awal 2026 seiring reli harga emas global yang masih bertahan di level tinggi, analis memprediksi tren ini diperkirakan masih berlanjut hingga kuartal I-2026

Pada Selasa (13/1/2026), harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) kembali cetak rekor tertinggi, yakni naik Rp 21.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.631.000 per gram menjadi Rp 2.652.000 per gram.

Tiffani Safinia, Research & Development ICDX menyebut, penguatan harga emas Antam di dalam negeri sejalan dengan pergerakan harga emas global yang kini berada di kisaran di atas US$ 4.500 per ons troi.

Kenaikan tersebut ditopang kombinasi pelemahan indikator tenaga kerja AS dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik, khususnya di Amerika Serikat dan Timur Tengah.

Baca Juga: Rupiah Masih Melemah ke Rp 16.870 per Dolar AS di Siang Ini (13/1)

Dengan asumsi harga emas global bertahan di rentang US$ 4.500 - US$ 4.600 per ons troi dan rupiah bergerak stabil di kisaran saat ini, harga emas Antam diproyeksikan berada pada rentang Rp 2,6 juta - Rp 2,9 juta per gram pada kuartal I-2026.

“Sementara dari sisi internal, kenaikan harga emas didukung nilai tukar rupiah yang relatif stabil namun cenderung tertekan, serta tingginya minat investor ritel domestik terhadap emas fisik di tengah ketidakpastian global,” ujar Tiffani kepada Kontan, Senin (12/1/2026).

Meski demikian, Tiffani mengingatkan adanya sejumlah risiko yang dapat memicu koreksi harga. Di antaranya, jika inflasi AS kembali menguat sehingga mendorong The Federal Reserve menunda atau membatasi pemangkasan suku bunga.

Penguatan dolar AS yang signifikan, normalisasi tensi geopolitik global, serta aksi ambil untung setelah reli panjang juga berpotensi menekan harga emas. Dari dalam negeri, penguatan rupiah yang agresif dinilai dapat menahan laju kenaikan harga emas Antam.

Baca Juga: IHSG Melemah ke 8.884,6 di Sesi Pertama (13/1), Top Losers LQ45: BUMI, BRPT, MEDC

Ke depan, Tiffani mengingatkan pelaku pasar perlu mencermati perkembangan global, terutama arah kebijakan suku bunga The Fed, pergerakan dolar AS, serta stabilitas nilai tukar rupiah.

Meski potensi koreksi jangka pendek tetap terbuka, emas masih dipandang menarik sebagai instrumen diversifikasi portofolio dan lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Selanjutnya: Promo Hypermart Weekday Periode 13-15 Januari 2026, Baby Pakchoy Beli 1 Gratis 1

Menarik Dibaca: Promo Hypermart Weekday Periode 13-15 Januari 2026, Baby Pakchoy Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×