Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas Antam dan harga buyback masih melanjutkan tren kenaikan dan terus mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) sepanjang Januari 2026. Kenaikan ini dinilai ditopang kombinasi sentimen global yang mendorong minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai.
Research & Development ICDX Tiffani Safinia menilai, reli harga emas saat ini didorong oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, pelemahan dolar Amerika Serikat, serta ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Kombinasi faktor tersebut membuat emas kembali menjadi pilihan utama investor di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.
“Ketidakpastian geopolitik dan kebijakan global memperkuat daya tarik emas sebagai safe haven,” ujar Tiffani kepada Kontan, Rabu (21/1/2026).
Baca Juga: Rupiah Jisdor Menguat 0,11% ke Rp 16.963 per Dolar AS, Rabu (21/1/2026)
Meski demikian, Tiffani menilai keputusan investor di level harga saat ini perlu disesuaikan dengan tujuan masing-masing. Emas masih menarik sebagai instrumen lindung nilai, namun pada level harga yang relatif tinggi, potensi koreksi jangka pendek tetap terbuka.
“Risiko koreksi bisa muncul jika sentimen risiko global membaik atau dolar AS kembali menguat,” katanya.
Untuk prospek ke depan, Tiffani memperkirakan harga emas Antam masih akan bertahan di level tinggi hingga kuartal I-2026. Pergerakan harga akan tetap mengikuti dinamika emas global serta fluktuasi nilai tukar rupiah, dengan volatilitas yang dipengaruhi rilis data ekonomi Amerika Serikat.
Adapun risiko yang perlu dicermati investor antara lain potensi perubahan ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Fed, penguatan dolar AS, meredanya tensi geopolitik global, serta meningkatnya aksi ambil untung setelah reli harga yang cukup panjang.
Dalam kondisi pasar yang masih volatil, Tiffani menyarankan investor ritel tetap disiplin dalam pengelolaan risiko. “Emas sebaiknya ditempatkan sebagai instrumen lindung nilai dalam kerangka diversifikasi portofolio, bukan sebagai satu-satunya pilihan investasi,” pungkasnya.
Baca Juga: BI Rate Ditahan, Rupiah Spot Menguat 0,12% ke Rp 16.936 per Dolar AS, Rabu (21/1)
Selanjutnya: Ini Kata Agincourt Resources Soal Pencabutan Izin Tambang oleh Satgas PKH
Menarik Dibaca: Promo Indomaret Harga Spesial 21-26 Januari 2026, Snack-Body Care Diskon hingga 40%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













