kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Harga emas Antam ambles, bahkan yang beli di Februari masih rugi


Sabtu, 09 November 2019 / 05:51 WIB

Harga emas Antam ambles, bahkan yang beli di Februari masih rugi
ILUSTRASI. Seorang karyawan PT Aneka Tambang (Antam) menunjukkan imitasi logam mulia di Medan, Sumatera Utara, Rabu (7/3). ANTARA FOTO/Septianda Perdana/aww/18.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumat (8/11) harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 5.000 per gram, dari sebelumnya Rp 750.000 per gram menjadi Rp 745.000 per gram.

Harga buy back oleh Logam Mulia-Antam turun Rp 8.500 per gram, dari sebelumnya Rp 669.500 per gram menjadi Rp 661.000 per gram.

Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini adalah Rp 84.000 per gram.

Baca Juga: Musim Gugur, Harga Emas Hari Ini Kembali Cetak Rekor Terendah Baru

Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga emas dan harga beli kembali (buyback).

Yang dimaksud harga emas di atas adalah harga yang berlaku ketika kita membeli emas dari gerai Antam.

Adapun harga buyback adalah harga yang berlaku ketika kita menjual emas kepada gerai Antam.

Untuk menggambarkan arti harga emas dan harga emas tersebut, begini ilustrasinya.

Jadi, jika kemarin pagi Anda membeli emas dari Antam maka harus membayar Rp 745.000 per gram, sesuai harga emas pada hari itu. Eh, tiba-tiba, Anda butuh uang sangat mendesak sehingga terpaksa menjual kembali emas tersebut pada siang atau sore hari.

Baca Juga: Duh, Harga Emas Hari Ini Masih Di Jalur Penurunan Mingguan Terbesar

Nah, jangan kaget, saat Anda menjual kembali emas yang baru dibeli tadi gerai Antam cuma mau menghargai Rp 661.000 per gram, sesuai harga buyback pada hari itu.

Langsung tekor, bukan?

Nah, itu sebabnya, tidak sertamerta pembeli emas batangan bisa dapat untung meski harga jual saat ini lebih tinggi dari harag ketika beli. 

Untuk lebih jelasnya bisa kita lihat kalkulasi potensi untung rugi yang ada di bagian akhir artikel ini.


Reporter: Hasbi Maulana
Editor: Hasbi Maulana
Video Pilihan


Close [X]
×