kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Harga Dua Saham Blue Chip Ini Anjlok Rabu (21/1), Investor Receh Perlu Beli / Jual?


Kamis, 22 Januari 2026 / 07:56 WIB
Harga Dua Saham Blue Chip Ini Anjlok Rabu (21/1), Investor Receh Perlu Beli / Jual?
ILUSTRASI. Harga Dua Saham Blue Chip Ini Anjlok Rabu (21/1), Investor Receh Perlu Beli / Jual?


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Keputusan Presiden Prabowo subianto mencabut izin usaha pertambangan dan izin pemanfaatan hutan 28 perusahaan menjadi sentimen negatif bagi saham emiten berbasis sumber daya alam. Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Astra International Tbk (ASII) anjlok hingga dobel digit.

Apakah penurunan harga saham UNTR dan ASII akan berlanjut? Lalu, investor sebaiknya beli, jual atau tahan dahulu terhadap saham blue chip ini?

Saham ASII pada perdagangan Rabu 21 Januari 2026 ditutup di level 6.600 turun 675 poin atau 9,28% dibandingkan sehari sebelumnya. Ini merupakan harga saham ASII terendah sejak 23 Desember 2025 yang di level 6.500.

Harga saham UNTR turun lebih dalam lagi pada Rabu (21/1) ke level 27.200, anjlok 4.775 poin atau 14,93% dari sehari sebelumnya. Harga saham UNTR ini merupakan yang terendah sejak 21 November 2025 di level 27.050.

Baca Juga: Bursa Asia Rebound Kamis (22/1), Kospi Tembus 5.000 Usai Trump Lunakkan Ancaman Tarif

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi menilai, dampak pencabutan izin pemanfaatan hutan terhadap kinerja keuangan UNTR dan ASII cenderung terbatas. Hal ini mengingat eksposur langsung terhadap izin yang dicabut bukan merupakan kontributor dominan terhadap kinerja konsolidasi kedua emiten tersebut.

“Berdasarkan struktur pendapatan dan kontribusi segmen, UNTR dan ASII tidak memiliki ketergantungan langsung yang signifikan terhadap izin pemanfaatan hutan yang dicabut,” ujar Imam kepada Kontan, Rabu (21/1/2026).

Ia menambahkan, pelemahan harga saham UNTR dan ASII saat ini lebih mencerminkan reaksi pasar jangka pendek terhadap meningkatnya risiko regulasi di sektor sumber daya alam, dibandingkan perubahan fundamental bisnis. Hingga saat ini, belum terlihat indikasi penurunan pada segmen utama maupun arus kas inti kedua emiten.

Dari sisi strategi investasi, Imam menilai koreksi saham UNTR dan ASII dapat menjadi peluang akumulasi selektif bagi investor dengan horizon menengah hingga panjang, dengan catatan tetap mencermati perkembangan kebijakan selanjutnya.

Marak Korupsi Pajak, Dirjen Pajak Akui Korupsi Libatkan Oknum Internal dan Konsultan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×