kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.008,41   -2,46   -0.24%
  • EMAS1.131.000 0,27%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga CPO terkerek, laba Dharma Satya Nusantara melonjak 162% hingga kuartal III-2021


Jumat, 29 Oktober 2021 / 12:09 WIB
Harga CPO terkerek, laba Dharma Satya Nusantara melonjak 162% hingga kuartal III-2021
ILUSTRASI. Pabrik pengolahan kelapa sawit PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten perkebunan dan pengolahan sawit PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) membukukan laba sebesar Rp 424 miliar hingga kuartal III-2021. Perolehan ini meningkat 162% dibandingkan periode sama tahun 2020.

Peningkatan laba ini didorong oleh kenaikan harga crude palm oil (CPO) dan membaiknya kinerja usaha segmen produk kayu. Pada periode yang sama, harga CPO perusahaan terkerek sekitar 13% menjadi Rp 8,7 juta per ton dibandingkan tahun lalu Rp 7,7 juta per ton.

Kenaikan harga ini menjadi penopang penjualan CPO DSNG sehingga penjualan segmen sawit dapat naik 12% year on year (yoy) per kuartal III-2021. Padahal, volume penjualan CPO DSNG turun 5% menjadi 413.000 ton akibat penurunan produksi CPO.

Selama sembilan bulan pertama tahun 2021, Dharma Satya Nusantara mencatat penjualan Rp 5,1 triliun, tumbuh 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penjualan kelapa sawit memberikan kontribusi 81% dari total penjualan DSNG atau sebesar Rp 4,1 triliun.

Baca Juga: Pandemi Covid-19 pengaruhi progres pabrik CPO baru Dharma Satya Nusantara (DSNG)

Direktur Utama Dharma Satya Nusantara Andrianto Oetomo menjelaskan, peningkatan permintaan minyak nabati dunia selama kuartal kedua dan kuartal ketiga tahun ini serta krisis energi di beberapa negara ikut mendorong kenaikan harga CPO Dharma Satya Nusantara.

Andrianto pun memperkirakan, harga CPO masih bakal mengalami reli hingga akhir tahun 2021.

"Potensi kenaikan ini menyusul adanya krisis energi di India dan China yang mendorong peningkatan ekspor. Di sisi lain, persediaan CPO yang terbatas karena adanya kekurangan pasok dari Malaysia terkait dengan isu kelangkaan tenaga kerja,” kata Andrianto dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Jumat (29/10).

Sementara itu, menurut dia, kinerja segmen usaha produk kayu DSNG pada kuartal II dan kuartal III tahun ini makin membaik seiring dengan pulihnya ekonomi negara-negara tujuan ekspor kayu Indonesia, seperti Jepang dan Amerika Serikat.

Penjualan Dharma Satya Nusantara dari segmen usaha produk kayu mencapai Rp 956 miliar, naik signifikan sebesar 35% dibandingkan tahun lalu.

 

Pertumbuhan kinerja ini didorong oleh kenaikan volume penjualan maupun harga rata-rata panel dan engineered flooring. Khusus untuk engineered flooring, terjadi peningkatan permintaan dari Amerika Serikat dan Kanada yang selama ini memberikan kontribusi penjualan lebih dari 60%.

"Sampai kuartal ketiga tahun ini, volume ekspor engineered flooring naik 28% dengan harga rata-rata juga naik 5%," ucap dia.

Sementara itu, untuk produk panel, membaiknya ekonomi Jepang ikut mendorong peningkatan volume penjualan sebesar 25% menjadi 80.000 m3 dengan kenaikan harga rata-rata sebesar 2%.

Per kuartal III 2021, DSNG mencatat pertumbuhan EBITDA sebesar 37% menjadi Rp 1,3 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 947 miliar. Margin EBITDA juga membaik dari 22% per kuartal ketiga tahun lalu menjadi 26% pada tahun ini.

Dharma Satya Nusantara pun optimistis, kinerja keuangan tahun 2021 akan jauh lebih baik dari tahun 2020.

Selanjutnya: Meski Sumber Dana Belum Jelas, Evergrande Disebut Telah Lunasi Kupon Tertunggak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×