Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak sawit (CPO) berjangka Malaysia turun di bawah MYR 4.200 per ton pada hari Jumat (23/1). Ini mengakhiri reli tiga sesi karena penguatan ringgit dan aksi ambil untung setelah harga mencapai level tertinggi tujuh minggu pada sesi sebelumnya.
Seperti dikutip Tradingeconomics, Jumat (23/1), sentimen CPO semakin tertekan oleh kontrak minyak sawit yang lebih lemah di bursa Dalian dan harga minyak kedelai yang lebih rendah di Chicago.
Namun demikian, pasar CPO tetap berada di jalur untuk kenaikan mingguan ketiga, naik lebih dari 2% sejauh ini, didukung oleh ekspektasi permintaan yang lebih kuat menjelang Tahun Baru Imlek dan Ramadan pada bulan Februari. Ini bersamaan dengan pasokan jangka pendek yang lebih ketat, dengan produksi Januari diproyeksikan turun 15%–17% karena faktor musiman.
Dari sisi permintaan, surveyor kargo melaporkan pengiriman 1–20 Januari naik 8,6%–11,4% dari bulan sebelumnya, memperkuat tanda-tanda peningkatan ekspor.
Sementara itu, kekhawatiran pasokan jangka panjang tetap ada karena pengawasan yang lebih ketat terhadap eksploitasi hutan di Indonesia, sebagai pemasok utama.
Ke depan, Dewan Minyak Sawit Malaysia memperkirakan harga akan diperdagangkan dalam kisaran MYR 4.000–4.300 pada bulan Februari.
Selanjutnya: MSIG Life Terapkan Strategi Ini untuk Dorong Kinerja Unitlink pada 2026
Menarik Dibaca: Diskon Pepper Lunch 50%: BRI Beri Promo Kilat 3 Hari
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













