kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,51   7,16   0.77%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Bitcoin dan Ethereum Naik Sepekan, Bagaimana Proyeksi ke Depan?


Minggu, 24 Juli 2022 / 13:33 WIB
Harga Bitcoin dan Ethereum Naik Sepekan, Bagaimana Proyeksi ke Depan?
ILUSTRASI. Representasi dari Bitcoin dan mata uang kripto lainnya. Selama sepekan ini, sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap seperti Bitcoin dan Ethereum, harganya naik.


Reporter: Aris Nurjani | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selama sepekan ini, sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap seperti Bitcoin dan Ethereum, harganya naik.

Melansir CoinMarketCap, Minggu (24/7) pukull 10.21 WIB, harga Bitcoin berada di level US$ 22.361 atau naik 5,22% dalam tujuh hari terakhir. Harga Ethereum (ETH) juga melaju 14,96% selama sepekan ke US$ 1.555.

Trader Tokocrypto Afid Sugiono mengatakan, investor kembali menyerbu aset kripto, lantaran mereka tengah mengabaikan potensi resesi ekonomi Amerika Serikat (AS). Hal serupa juga terjadi di pasar aset berisiko lainnya yakni pasar saham AS.

"Di samping itu, investor juga ramai-ramai melakukan transaksi perdagangan di altcoin setelah memantau apiknya kinerja indeks saham AS. Pelemahan kinerja nilai dolar AS juga menambah gairah investor, meski tentu masih dibayangi oleh sikap The Fed dengan suku bunga acuannya yang diumumkan pekan depan," kata Afid dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Jumat (22/7).

Baca Juga: Efek Elon Musk dan Tesla Memudar, Harga Bitcoin Kembali Menanjak

Afid mengatakan, banyak investor yakin The Fed tidak bakal terlampau agresif dalam mengerek suku bunga acuannya yang diumumkan pada hasil rapat yang berlangsung 27 hingga 28 Juli mendatang.

Alhasil, investor optimistis The Fed maksimal menaikkan suku bunga 75 basis poin saja dan tidak memukul market kripto.

Di samping itu, secara umum sentimen market diliputi kecemasan soal rentetan kabar buruk yang menghinggapi ekosistem kripto selama sehari belakangan.

Salah satu kabar tak sedap itu muncul dari Tesla yang mengaku telah menjual Bitcoin senilai US$ 963 juta sepanjang triwulan II lalu demi meningkatkan posisi kas perusahaan.

Kemudian, kabar mengenai platform pinjam-meminjam aset kripto, Vauld, yang sudah mengajukan proteksi dari krediturnya yang berasal Singapura. Kabar ini muncul setelah perusahaan mengumumkan penghentian sementara proses withdrawals-nya beberapa hari lalu.

Afid bilang, Bitcoin saat ini diperdagangkan di bawah US$ 23.000. Pergerakan Bitcoin meski naik selama sepekan, tapi sejauh ini masih datar atau sideways.

Sentimen bearish masih aktif di dekat US$ 24.200 dan mendorong harga di bawah US$ 23.000. Pada sisi negatifnya, titik support awal ini berada di dekat U$ 22.500.

Afid memprediksi, support utama berikutnya berada di US$ 22.250, jika sebaliknya berada di di bawahnya, harga Bitcoin bisa turun ke US$ 21.200. Sementara, level resistensi berada di dekat US$ 23.500. Resistensi utama berikutnya bisa menjadi US$ 24.000, di atasnya harga bisa memulai kenaikan baru.

Sedangkan, harga Ethereum (ETH) masih berjuang untuk tetap di atas resistensi US$ 1.600. ETH memangkas beberapa kenaikan dan turun di bawah US$ 1.500.

Level support utama berikutnya adalah di dekat US$ 1.450, di bawahnya harga bisa memulai koreksi turun yang lebih kuat. Pada sisi atas, harga bisa menghadapi berada di dekat US$ 1.550. Resistensi utama berikutnya adalah di US$ 1.600, jika tembus harga bisa memulai kenaikan lagi.

Baca Juga: Jadi Pemungut Pajak Transaksi Kripto, Tokocrypto Setor Rp 37 Miliar ke Ditjen Pajak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×