kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.957   16,00   0,09%
  • IDX 5.899   -37,39   -0,63%
  • KOMPAS100 760   -5,37   -0,70%
  • LQ45 586   -4,56   -0,77%
  • ISSI 205   -1,60   -0,78%
  • IDX30 327   -3,09   -0,94%
  • IDXHIDIV20 420   -2,99   -0,71%
  • IDX80 87   -0,60   -0,68%
  • IDXV30 115   -0,53   -0,46%
  • IDXQ30 107   -1,08   -1,00%

Harga bitcoin ambles ke US$ 31.426, tertekan kebijakan keras pemerintah China


Selasa, 22 Juni 2021 / 16:27 WIB
ILUSTRASI. Harga bitcoin terjun bebas kerena pengetatan kebijakan dari pemerintah China


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga bitcoin merosot usai mendapat sentimen negatif dari keputusan pemerintah China. Mengutip coinmarketcap.com, Selasa (22/6) pukul 16.00 WIB, harga bitcoin anjlok 4,6% dalam 24 jam dan merosot 20,68% dalam sepekan terakhir ke US$ 31.426 per btc. 

Co-founder Cryptowatch dan pengelola channel Duit Pintar Christopher Tahir mengatakan, ada beragam sentimen negatif yang menyebabkan pelaku pasar takut pada aset kripto termasuk bitcoin.

Katalis negatif terbaru bagi bitcoin datang setelah Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China (NDRC) menuntut, penutupan 26 proyek penambangan kripto. China juga semakin vokal menekan penambangan dan perdagangan aset kripto sebagai bagian dari serangkaian tindakan untuk mengendalikan risiko di pasar keuangan. 

Selain itu, aset kripto juga masih menanggung sentimen negatif setelah adanya penolakan bank dalam penggunaan aset kripto. 

Baca Juga: China makin bertindak keras, kini tutup 26 tambang uang kripto

CEO Triv Gabriel Rey menambahkan, inevstor aset kripto perlu mencermati bahwa China memang selalu menerapkan tight capital control agar nilai mata uang-nya terjaga.

"Terlihat dari cerminan kebijakan China di mana penduduk China hanya diperbolehkan beli dollar AS sebanyak US$ 50.000 saja per tahun," kata dia, Selasa (22/6). 

Oleh karena itu, Gabriel bilang, dengan adanya bitcoin pemerintah China merasa kesulitan untuk mengontrol capital flow Negeri Tirai Bambu tersebut. Akhirnya, China memutuskan untuk melakukan crackdown terhadap mata uang kripto paling populer tersebut. 

Dia mengamati, dari data on-chain, aktivitas bitcoin di blockchain menurun drastis sejak China melakukan crackdown dan memang memberi efek negatif pada harga bitcoin. 

Selanjutnya: Harga terpuruk dalam, pembawa acara TV ini lepas Bitcoin miliknya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×