Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.152
  • EMAS656.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Harga batubara turun hingga menyentuh level terendah sejak November 2018

Senin, 11 Februari 2019 / 17:44 WIB

Harga batubara turun hingga menyentuh level terendah sejak November 2018
ILUSTRASI. Pertambangan batubara


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Impor batubara China yang menurun serta penyelesaian sengketa dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang masih jauh dari kata selesai, menyebabkan harga batubara turun hingga menyentuh level terendah sejak November 2018.

Mengutip Bloomberg, Jumat (8/2) harga batubara Newcastle kontrak pengiriman Maret 2019 di ICE Futures berada di US$ 94,50 per metrik ton atau turun 1,56%. Sementara, selama sepekan harga batubara terkoreksi 3,62%.


Analis Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar mengatakan, impor batubara China yang menurun masih menghantui pergerakan harga batubara. Berdasarkan data dari Reuters, hingga pekan lalu impor batubara China hanya berada di kisaran 3,57 juta ton atau turun 23% dari pekan sebelumnya di 4,67 juta ton.

"Kita tahu, 70% energi pembangkit listrik di China berasal dari batubara maka dengan melemahnya ekonomi China juga turut menekan harga batubara karena permintaan batubara akan terpangkas," kata Deddy, Senin (11/2). Pada kuartal IV tahun lalu pertumbuhan ekonomi China melambat ke 6,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi China tumbuh 6,6% di sepanjang tahun lalu dan tercatat paling lesu dalam 28 tahun terakhir.

Harga batubara semakin melemah ditekan oleh sentimen permasalahan perang dagang AS dan China yang tak kunjung terjadi kesepakatan. Kedua negara tersebut masih akan melanjutkan perundingan perdagangan pada pekan ini, setelah perundingan di pekan lalu tidak menghasilkan kesepakatan. Persoalan yang AS tekankan ke China adalah mereformasi perlakuan hak kekayaan intelektual milik perusahaan-perusahaan AS.

"Harga batubara sudah berada di bawah level support di US$ 96 per metrik ton dengan adanya sentimen pelemahan ekonomi dari China serta perang dagang. Harga batubara berpotensi melanjutkan pelemahan ke US$ 90 per metrik ton," kata Deddy.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim menambahkan, Dana Moneter Internasional (IMF) yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia di 2019 dari 3,7% ke 3,5% juga membuat harga komoditas secara keseluruhan cenderung turun, termasuk harga batubara.

Lihat saja, harga minyak belakangan ini pun cenderung tertekan. Usaha Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dalam memangkas produksi minyak selalu ditentang AS dengan menggenjot produksi minyak. "Harga minyak tidak naik tinggi ini juga berpengaruh pada harga batubara," kata Ibrahim, Senin (8/2).

Deddy mengatakan, hasil perundingan AS dan China di pekan ini pun menjadi kunci arah pergerakan harga batubara. Jika hasil perundingan mencapai titik kesepakatan yang lebih baik, harga batubara berpotensi naik. Namun, sebaliknya jika kesepakatan masih belum kunjung terjadi maka harga batubara berpotensi melanjutkan pelemahan.

Senada, Ibrahim memproyeksikan jika persoalan perlakuan hak kekayaan intelektual perusahaan AS belum menuai kesepakatan bersama antara AS dan China maka harga batubara berpotensi terus melemah.

Secara teknikal Deddy menganalisis harga batubara masih bergulir di bawah MA 10, MA 50 dan MA 200, mengindikasikan dalam jangka panjang harga batubara cenderung bergerak bearish. Stochastic berada di area level 13 mengindikasikan oversold dan berpotensi rebound. Tapi, RSI berada di level 30 dan cenderung melemah. MACD juga masih berada di area negatif. Indikator tersebut membawa pada rekomendasi sell untuk batubara.

Untuk perdagangan, Senin (11/2) Deddy memproyeksikan harga batubara berada di rentang US$ 95,90 per metrik ton hingga US$ 93,80 per metrik ton. Sementara, untuk sepekan Deddy memproyeksikan harga berada di kisaran US$ 93,50 per metrik ton hingga US$ 96,40 per metrik ton.

Ibrahim memproyeksikan, Senin (11/2) harga batubara berada di US$ 92,90 per metrik ton hingga US$ 94,90 metrik ton. Sementara, untuk sepekan Ibrahim memproyeksikan harga batubara juga masih akan melemah di US$ 90,20 per metrik ton hingga US$ 95,75 per metrik ton. ia merekomendasikan sell untuk batubara.


Reporter: Danielisa Putriadita
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 1.7391 || diagnostic_api_kanan = 0.0636 || diagnostic_web = 2.2752

Close [X]
×