kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Harga batubara menguat dari titik terendah seiring optimisme perang dagang


Senin, 08 April 2019 / 17:09 WIB


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga batubara mulai bangkit setelah mencapai level terendah 2019 pertengahan pekan lalu. Berdasarkan data Bloomberg harga batubara Newcastle di ICE Futures untuk kontrak Mei 2019 pada Jumat (5/4) berada di level US$ 81 per metrik ton. Angka ini naik 1,38% dari harga sebelumnya US$ 79,90 per metrik ton.

Analis Asia Trade Point Futures, Cahyo Dewanto mengatakan, perang dagang memberikan sinyal pertumbuhan industri China yang akan membutuhkan lebih banyak komoditas energi, termasuk batubara. Sentimen inilah yang kemudian merambat ke fundamental lainnya.

Pemerintah Norwegia kabarnya membatasi penggunaan batubara untuk tenaga listrik dengan penambahan batas absolut pada produksi batubara termal. Aturan ini diperintahkan kepada perusahaan pembangkit listrik sekelas Glencore Plc, Anglo American Plc, BHP Group Ltd, RWE AG dan Uniper SE.

Di samping itu, kapal kargo batubara Australia mulai melakukan aktivitasnya di pelabuhan China. Sebelumnya hampir dua bulan lebih kapal asal negara Kanguru tertahan, sehingga pembeli domestik China enggan membeli karena masalah itu.

Cahyo menambahkan, kemungkinan China mengimpor batubara dari Indonesia lebah banyak, untuk menutupi pasokan yang sempat terhambat dari Australia. “Hal ini karena perundingan dagang yang berimbas perbaikan hubungan dagang keduanya,” kata Cahyo kepada Kontan.co.id, Senin (8/4).

Secara teknikal, Cahyo melihat indikator moving average (MA) 50, MA 100, dan MA 200 mengindikasikan sell. Kemudian indikator relative strength index (RSI) dan stochastic menunjukkan area buy. Sementara, moving average convergence devergence (MACD) berada di ranah sell.

Makanya ia masih merekomendasikan sell untuk komoditas ini. “Meskipun selama dua hari harga batubara naik, tapi secara tren harian masih berada dalam posisi bearish,” tutur Cahyo.

Adapun prediksi pergerakan harga pada perdagangan besok batubara akan berada di rentang US$ 75-US$ 85 per metrik ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×