CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Hanya satu dari tiga emiten ayam yang direkomendasikan setelah serbuan impor Brasil


Minggu, 11 Agustus 2019 / 18:00 WIB
Hanya satu dari tiga emiten ayam yang direkomendasikan setelah serbuan impor Brasil
ILUSTRASI. Pekerja Memberi Pakan pada Ternak Ayam Potong

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tiga dari sepuluh top losers pada indeks Kompas100 berasal dari sektor poultry. Ketiga emiten ini adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), dan PT Jampfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA).

Saham JPFA turun 32,7% secara year-to-date (ytd) hingga ke level Rp 1.610 per saham, saham CPIN turun 32,18% ytd menyentuh level Rp 4.900 per saham, sementara harga saham MAIN rontok 27,6% ytd menjadi Rp 1.010 per saham.

Melansir RTI, selama seminggu ke belakang saham CPIN turun 3,45% dan saham MAIN turun 3,81%. Sementara saham JPFA masih menunjukkan kenaikan tipis 0,31%.

Baca Juga: Industri ayam perlu meningkatkan nilai tambah untuk menghadapi serbuan impor

Analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan, turunnya harga ketiga saham emiten poultry ini akibat imbas masuknya ayam impor dari Brasil. Seperti diketahui, Organisasi Perdagangan Dunia atawa World Trade Organization (WTO) telah memenangkan gugatan Brasil terkait masalah impor ayam atas Indonesia.

Sengketa terkait ayam ini sebenarnya sudah diajukan Brasil sejak tahun 2014 kepada WTO. Dengan demikian, ayam dari negeri Samba tersebut dapat melenggang bebas masuk ke Indonesia.

Baca Juga: Ancaman arus impor ayam Brasil mengintai, begini tanggapan Malindo Feedmill

Masuknya ayam impor dari Brasil ini berimbas pada meningkatnya pasokan ayam dalam negeri. “Pasokan meningkat dan membuat harga ayam turun,” ungkap Sukarno kepada Kontan.co.id (9/8).




TERBARU

Close [X]
×