kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,51   7,16   0.77%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Hanya Reksadana Pasar Uang yang Naik di Bulan September


Senin, 03 Oktober 2022 / 15:04 WIB
Hanya Reksadana Pasar Uang yang Naik di Bulan September
ILUSTRASI. Di tengah tren kenaikan suku bunga, hanya reksadana pasar uang yang menguat sepanjang bulan September.


Reporter: Aris Nurjani | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah tren kenaikan suku bunga, hanya reksadana pasar uang yang menguat sepanjang bulan September 2022. Reksadana pasar uang yang tercermin dari Infovesta 90 Money Market Fund Index tumbuh 0,19% secara bulanan. 

Sedangkan reksadana pendapatan tetap yang tercermin dari Infovesta 90 Fixed Income Fund Index turun 0,61% secara bulanan. Infovesta 90 Balanced Fund Index yang mengukur kinerja reksadana campuran turun 0,84% pada bulan September. Sementara reksadana saham yang kinerjanya terlihat dari Infovesta 90 Equity Fund Index turun 1,20% secara bulanan.

Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana portofolio investasi yang memberikan imbal hasil yang lebih tinggi hanya pada pasar uang yang terus menguat karena diuntungkan oleh kenaikan suku bunga. Sedangkan portofolio investasi berbasis obligasi turun sejak awal tahun.

"Kinerja investasi mengalami penurunan kinerja terutama pada yang berbasis obligasi karena kenaikan suku bunga," ujar Wawan kepada Kontan.co.id, Minggu (2/10).

 Baca Juga: Tips Investasi di Kala Resesi Ekonomi, Bisa Pilih Aset Ini

Berdasarkan data Infovesta Utama, reksadana pendapatan tetap turun 0,14% sejak awal tahun. Reksadana saham justru menguat 2,24% sejak awal tahun. Reksadana campuran naik 1,94% pada periode yang sama. Reksadana pasar uang naik 1,92% sejak awal tahun hingga September. 

Menurut Wawan, kondisi pasar pada September bisa menjadi peluang buy on weakness untuk para investor. Dia pun memperkirakan IHSG masih dapat menguat hingga akhir tahun lantaran fundamental Indonesia masih akan terus membaik. 

Sentimen positif berasal dari aktivitas ekonomi masyarkata masih meningkat dan surplus karena harga komoditas batubara masih mendukung neraca perdagangan Indonesia. 

Baca Juga: Menimbang Instrumen Investasi yang Berikan Imbal Hasil Maksimal Saat Inflasi Tinggi

"Sentimen negatif berasal dari inflasi, nilai kurs rupiah yang melemah, dan penurunan harga komoditas, tetapi dengan krisis geopolitik yang masih eskalasi di Rusia-Ukraina harga batubara diperkirakan masih akan tinggi," ujar Wawan. 

Dengan kondisi saat ini, Wawan menyarankan diversifikasi investasi seperti, 40% saham, 40% obligasi dan 20% pasar uang untuk investasi dengan rentang waktu jangka menengah lebih dari tiga tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×