kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45908,54   -10,97   -1.19%
  • EMAS1.350.000 -0,95%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Gunung Raja Paksi (GGRP) Kembali Ekspor Baja Struktur ke Kanada


Senin, 15 Januari 2024 / 15:17 WIB
Gunung Raja Paksi (GGRP) Kembali Ekspor Baja Struktur ke Kanada
Pelepasan ekspor baja produksi Gunung Raja Paksi (GGRP) ke Kanada, dari pabrik GGRP di Cikarang, Senin (15/1/2024).


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – BEKASI. PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) kembali  merambah pasar ekspor. Pada Senin (15/1), GGRP melakukan pelepasan ekspor baja struktur ke Kanada.

Presiden Direktur GGRP Fedaus menyampaikan, produk baja struktural yang diekspor pada awal tahun adalah produk baja untuk mendukung pembangunan proyek Yukon Bridge di Kanada.

“Dengan weather resistance grade, produk ini mengandung penambahan nikel untuk ketahanan korosi. ”Menjadikannya pilihan ideal untuk konstruksi jembatan dalam cuaca ekstrem,” jelas Fedaus dalam seremoni pelepasan ekspor di pabrik GGRP di Cikarang, Senin (15/1).

Baca Juga: Gunung Raja Paksi (GGRP) Optimistis Pendapatan Tahun 2024 Tumbuh

Menurut Fedaus, salah satu kelebihan produk baja GGRP hingga bisa menembus pasar Kanada adalah kualitas produk yang bisa memenuhi standar kualitas Kanada.

Fedaus mencontohkan, baja yang diproduksi GGRP tahan dengan cuaca ekstrem, yang terkadang suhu di Kanada mencapai di bawah 0 derajat celcius.  “Tidak semua pabrikan bisa membuat seperti itu,” sambung dia.

Sebelumnya pada September 2020, GGRP juga melakukan ekspor perdana baja struktur ke Vancouver, Kanada sebanyak 4.600 ton atau senilai US$ 4,7 juta. Padahal, saat itu kondisi masih terdampak krisis pandemi Covid-19.

Kemudian, Pada Maret 2022 lalu, GGRP melakukan ekspor baja struktur sejumlah 700 metrik ton atau senilai US$ 1 juta ke Arizona, Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Tekan Emisi Karbon, Gunung Raja Paksi (GGRP) Akan Produksi Baja Ramah Lingkungan

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Investasi Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi menilai,capaian tersebut membuktikan sektor industri baja nasional sudah memiliki daya saing yang tinggi dibandingkan dengan produk serupa dari negara-negara lain.

“Sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik serta bisa bersaing secara global,” imbuh dia.

Menurut Doddy, salah satu subsektor manufaktur yang memiliki kinerja gemilang di tengah perlambatan ekonomi global adalah industri logam dasar. Apalagi, industri logam dasar dikenal sebagai mother of industry, yang selama ini telah berperan penting memacu pertumbuhan ekonomi nasional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×