kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Gowa Makassar Tourism (GMTD) catat kenaikan pendapatan 7% menjadi Rp 253,8 miliar


Jumat, 15 Maret 2019 / 17:52 WIB
Gowa Makassar Tourism (GMTD) catat kenaikan pendapatan 7% menjadi Rp 253,8 miliar

Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) membukukan peningkatan pendapatan pada akhir 2018. Mengutip laporan keuangan GMTD, di akhir 2018 perusahaan properti ini berhasil membukukan Pendapatan sebesar Rp 253,8 miliar atau naik sebesar 7,0% dibanding Pendapatan tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp 237,3 miliar.

Presiden Direktur GMTD Andi Anzhar Cakra Wijaya mengatakan, sepanjang tahun 2018, Pendapatan GMTD yang berasal dari penjualan rumah hunian dan rumah toko tercatat sebesar Rp 223,7 miliar, meningkat sebesar 22,3% dibandingkan pendapatan tahun 2017 sebesar Rp 183,0 miliar.


Sementara pendapatan yang berasal dari kawasan wisata dan pengelolaan perkotaan mengalami peningkatan sebesar 38% dari Rp 15,8 miliar pada 2017 menjadi Rp 21,8 miliar di 2018.

Andi menambahkan bahwa pihaknya juga berupaya meningkatkan recurring income pada tingkat yang cukup signifikan dari total Pendapatan dalam upaya memperkuat struktur finansial saat menghadapi pasar properti yang melambat.

Kenaikan pendapatan diikuti oleh beban pokok pendapatan GMTD yang naik menjadi Rp 129 miliar dari sebelumnya Rp 112,19 miliar. Beban usaha juga ikut naik sebesar Rp 43,86 miliar dari sebelumnya Rp 41,61 miliar.

Meski demikian, peningkatan penjualan GMTD belum diikuti dengan peningkatan laba bersih. Di mana pada 2018, anak usaha Grup Lippo ini hanya mampu membukukan laba sebesar Rp 61,9 miliar atau turun 8% dari sebelumnya Rp 67,6 miliar.

"Penurunan ini sejalan dengan sejalan dengan penurunan laba usaha, EBITDA dan distribusi kerugian yang diderita dari kegiatan anak perusahaan PT Tribuana Jaya Raya," ujar Andi dalam keterbukaan informasi, Selasa (12/3).

Laba usaha GMTD tercatat turun 3,4% Rp 72 miliar dari Rp 74,6 miliar di akhir 2017. EBITDA juga turun 11% dari Rp 84,8 miliar menuju Rp 75,7 miliar. Selanjutnya bagian rugi dari entitas asosiasi tercatat membengkak 969% menjadi Rp 5,80 miliar dari Rp 542.571 juta pada akhir 2017.

Total aset GMTD naik tipis 0,8% menjadi Rp 1,25 triliun dari Rp 1,24 triliun di akhir 2017. Dengan modal kerja bersih sebesar Rp 129,1 miliar atau naik 61% dari Rp 81 miliar di akhir 2017.

Andi menambahkan, salah satu tantangan yang masih dihadapi perseroan di sepanjang tahun 2018 adalah perlambatan perekonomian global yang berdampak terhadap perekonomian Indonesia, tidak terkecuali industri properti.

"Di tengah tantangan di atas pengembangan Tanjung Bunga sebagai kawasan hunian dan komersial terpadu terus digenjot dengan menyasar segmen pasar yang memiliki potensi cukup besar yakni menengah dan menengah kebawah dengan menawarkan produk-produk yang sesuai dengan permintaan pasar serta fokus kepada perbaikan mutu dan layanan," paparnya.

Ia pun menambahkan bahwa untuk ke depan, ia percaya bahwa permintaan untuk segmen perumahan dan komersial yang berkualitas di Makassar khusunya dan Sulawesi Selatan umumnya akan tetap terus bertumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut.

"Di samping itu, kami selalu mencermati kondisi pasar dari waktu ke waktu dan konsisten meluncurkan produk-produk yang sesuai dengan permintaan untuk segmen pasar yang disasar yaitu segmen menengah dan menengah ke bawah," pungkasnya.

 




TERBARU
Terpopuler

×