kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

GOTO dan BUKA Merugi Tahun Lalu, Simak Prospek Kinerjanya


Senin, 25 Maret 2024 / 18:02 WIB
GOTO dan BUKA Merugi Tahun Lalu, Simak Prospek Kinerjanya
ILUSTRASI. Logo Bukalapak. REUTERS/Willy Kurniawan


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Tendi Mahadi

Menurut Khaer, tren suku bunga tinggi tak hanya menghambat laju ekspansi bisnis teknologi, tetapi juga membuat sisi liabilitas makin membengkak.

“Maka, dengan adanya potensi besar penurunan suku bunga di tahun 2024, performa keuangan mereka akan terdongkrak,” ujarnya kepada Kontan, Senin (25/3).

Namun, kerugian yang masih dialami emiten e-commerce akan menjadi risiko utama untuk investasi di sektor ini. 

“Selain itu, patut di cermati juga mengenai tensi geopolitik global yang masih panas,” paparnya.

Khaer melihat, kinerja BUKA masih lebih baik di tahun 2023 dan ke depan. Hal ini didorong segmen O2O yang menjadi senjata utama Perseroan dalam memperbaiki kinerjanya di sepanjang tahun lalu.  

“Kami memproyeksikan Bukalapak bisa mencetak adjusted EBITDA positif lebih dulu dibanding emiten e-commerce lainnya,” ungkapnya.

Khaer pun merekomendasikan trading buy untuk BUKA dengan target harga di Rp 220 per saham. Sementara, GOTO direkomendasikan trading buy dengan target harga Rp 80 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×