Penulis: Bimo Adi Kresnomurti | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Cek profil saham GMFI yang segera rights issue. PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) berencana melakukan penambahan modal melalui mekanisme rights issue atau Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) III.
Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan pada 13 Oktober 2026, GMFI berencana menerbitkan maksimal 22,03 miliar saham baru Seri B dengan nilai nominal Rp19 per saham.
Aksi korporasi tersebut ditujukan untuk memperkuat kapasitas pendanaan perusahaan sekaligus memenuhi ketentuan jumlah minimum saham beredar di publik (free float) yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Selain itu, dana hasil penerbitan saham baru direncanakan mendukung pengembangan kapasitas, peremajaan peralatan, serta ekspansi bisnis.
Rencana rights issue ini menjadi perhatian investor karena GMFI merupakan bagian dari ekosistem Garuda Indonesia Group dan bergerak di sektor perawatan, perbaikan, serta pemeriksaan pesawat atau maintenance, repair, and overhaul (MRO).
Mengutip data IPOT, saham GMFI alami kenaikan Rp52/saham atau naik 1,96% pada sesi 1 hari ini Rabu (14/10).
Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek informasi mengenai saham GMFI yang segera rights issue.
Baca Juga: Saham NTBK Naik 103% Sepekan Pasca Umumkan Right Issue, Intip Profil Emiten Ini
Profil GMFI
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk merupakan perusahaan penyedia jasa perawatan dan perbaikan pesawat yang dikenal dengan nama GMF AeroAsia. Perusahaan menjadi salah satu penyedia layanan MRO di Indonesia dan mendukung operasional maskapai penerbangan, termasuk Garuda Indonesia Group.
Layanan GMFI mencakup perawatan pesawat, perbaikan mesin dan komponen, serta dukungan teknis untuk menjaga kelayakan operasional armada. Perusahaan juga mengembangkan layanan di luar penerbangan komersial untuk memperluas sumber pendapatan.
Sebagai perusahaan terbuka, saham GMFI diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham GMFI. Perkembangan bisnisnya berkaitan dengan aktivitas penerbangan, kebutuhan perawatan armada, ketersediaan suku cadang, serta kemampuan perusahaan mengembangkan pasar domestik dan internasional.
Baca Juga: Profil BRNA yang Right Issue, Intip Kinerja Terbaru Q2 Emiten Manufaktur Ini
Lini Bisnis GMFI
GMFI menjalankan bisnis utama di sektor perawatan pesawat dan terus memperluas layanan ke sektor pertahanan serta industri nonpenerbangan. Diversifikasi ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap pelanggan dalam satu kelompok usaha.
1. Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO)
Bisnis utama GMFI adalah perawatan, perbaikan, dan pemeriksaan pesawat. Layanannya meliputi perawatan pesawat secara berkala, perbaikan komponen, pemeliharaan mesin, serta dukungan teknis untuk memastikan armada memenuhi standar keselamatan dan kelayakan terbang.
2. Defense & Government
GMFI mengembangkan layanan perawatan dan dukungan teknis untuk pesawat serta kebutuhan sektor pertahanan dan pemerintahan. Segmen ini menjadi salah satu fokus diversifikasi perusahaan untuk memperluas sumber pendapatan.
3. Industrial Solutions dan Power Services
Segmen ini mencakup layanan teknis untuk kebutuhan industri di luar perawatan pesawat komersial. Pengembangan bisnis tersebut ditujukan untuk memanfaatkan keahlian teknis dan fasilitas yang dimiliki perusahaan.
4. Aerostructure Manufacturing
GMFI juga mengembangkan kapabilitas manufaktur struktur pesawat atau aerostructure. Bisnis ini menjadi salah satu arah pengembangan perusahaan untuk memperluas layanan dalam rantai pasok industri penerbangan.
Baca Juga: Segera Right Issue Jumbo, Cek Profil Saham KOTA dan Kinerja Terbarunya
Manajemen GMFI Terbaru
Berdasarkan informasi struktur perusahaan yang tersedia, berikut sejumlah nama dalam jajaran manajemen GMFI.
- Andi Fahrurrozi: Direktur Utama/CEO
- Bobi Gumelar Raspati: Direktur Base Management
- Oki Yanuar: Komisaris Utama/Komisaris Independen
- Dean Arslan: Komisaris Independen.
Baca Juga: CDIA Segera Bagi Dividen Interim, Intip Profil Emiten & Kinerja Terbaru
Kinerja Keuangan GMFI Terbaru 2026
Berdasarkan laporan keuangan semester I-2026 pada laman BEI, GMFI mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Berikut ringkasan kinerja keuangan perusahaan untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026.
| Indikator | Semester I-2026 | Semester I-2025 |
| Pendapatan usaha | Rp4,65 triliun | Rp2,91 triliun |
| Laba kotor | Rp2,64 triliun | Rp1,14 triliun |
| EBITDA | Rp1,51 triliun | Rp406,4 miliar |
| Laba bersih | Rp185,9 miliar | Rp142,2 miliar |
Pendapatan usaha meningkat sekitar 60% secara tahunan, sedangkan laba bersih naik sekitar 30,7%. Pertumbuhan tersebut menunjukkan perbaikan kinerja operasional perusahaan pada paruh pertama 2026.
Dari sisi neraca, laporan yang sama mencatat total aset sebesar Rp14,76 triliun, ekuitas Rp2,58 triliun, dan kas sekitar Rp756,5 miliar.
Perusahaan juga memiliki utang jangka panjang sekitar Rp6,13 triliun sehingga pengelolaan kewajiban dan arus kas tetap menjadi perhatian.
Tonton: Hashim Ungkap Rencana HP Gratis! Bansos Bakal Langsung Masuk Rekening
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














