kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Genjot Kinerja, Ini Jurus Baru Visi Media Asia (VIVA) di Sisa Tahun 2023


Senin, 28 Agustus 2023 / 07:46 WIB
Genjot Kinerja, Ini Jurus Baru Visi Media Asia (VIVA) di Sisa Tahun 2023
ILUSTRASI. Visi Media Asia (VIVA) menyiapkan sejumlah strategi bisnis baru di sisa tahun 2023


Reporter: Vina Elvira | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) menyiapkan sejumlah strategi bisnis baru untuk menghadapi tantangan di sisa tahun 2023. VIVA mengubah strategi dari yang semula product centric menjadi consumer centric.

Investor Relations VIVA Arhya Winastu Satyagraha menyatakan bahwa untuk bisnis saluran TV Free To Air (FTA), VIVA berfokus menayangkan konten-konten yang menarik dan sesuai dengan keinginan para target penonton.

Strategi ini salah satunya direalisasikan lewat penerapan teknologi AI di dalam stasiun TV berita tvOne dengan membuat avatar atau human digital presenter untuk membawakan berita pilihan.

“Adopsi teknologi AI ini ditujukan untuk mengikuti perkembangan teknolgi AI serta untuk menarik penonton generasi milenial dan Gen Z (digital native),” ungkap Arhya, kepada Kontan.co.id, Jumat (25/8).

Baca Juga: Penerapan ASO Masih Berdampak ke Kinerja Visi Media Asia (VIVA) di Semester II-2023

Selain itu, VIVA juga menyiapkan investasi untuk memperkuat dan memperluas jaringan siaran ke depan. Dengan demikian, masyarakat dapat menerima dan menikmati siaran stasiun TV VIVA.

Namun sayang, Arhya tak membeberkan lebih lanjut berapa nilai investasi yang disiapkan untuk agenda bisnis tersebut.

Selain bisnis TV FTA, VIVA juga tengah mengembangkan bisnis digital dengan memperkuat konten yang akan didistribusikan melalui platform milik sendiri dan 3rd party platform seperti YouTube, Instagram, dan media sosial lainnya.

Mengutip laporan keuangan perusahaan, pendapatan usaha VIVA tercatat sebesar Rp 619,22 miliar di semester I-2023. Angka ini menurun 32,26% secara tahunan atau yoy dari sebelumnya Rp 914,22 miliar pada semester I-2022.

Penurunan pendapatan usaha tersebut utamanya disebabkan oleh menurunnya pendapatan iklan, dari semula Rp 895,98 miliar menjadi hanya Rp 602,46 miliar.

 

Dari sisi bottom line, VIVA terpantau membukukan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 504,95 miliar. Angka ini mengalami penurunan dari kerugian di semester I-2022 yang sebesar Rp 659,10 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×