kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,71   -13,81   -1.48%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Visi Media Asia (VIVA) Catat Pendapatan Turun 32,26% di Semester I-2023


Minggu, 27 Agustus 2023 / 17:31 WIB
Visi Media Asia (VIVA) Catat Pendapatan Turun 32,26% di Semester I-2023
ILUSTRASI. Visi Media Asia (VIVA) cetak penurunan pendapatan di semester I-2023


Reporter: Vina Elvira | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) mencatatkan penurunan kinerja bisnis selama periode semester I-2023. Hal ini disebabkan oleh menyusutnya pendapatan iklan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip pada Minggu (27/8), pendapatan iklan berkontribusi sebesar Rp 602,46 miliar atau setara 97,29% dari total pendapatan usaha VIVA yang senilai Rp 619,22 miliar di semester I-2023.

Pendapatan iklan selama semester pertama lalu mengalami penurunan 32,75% secara tahunan atau YoY dari Rp 895,98 miliar pada semester I-2022.

Selain itu, penurunan juga terjadi pada pendapatan non iklan. Di mana, angkanya tercatat sebesar Rp 16,75 miliar, dari posisi sebelumnya Rp 18,24 miliar di semester I-2022.

Baca Juga: Visi Media Asia (VIVA) Siapkan Strategi Baru Hadapi Tantangan di Sisa Tahun 2023

Walhasil, pendapatan usaha menyusut 32,26% yoy menjadi Rp 619,22 miliar per semester I-2023. Pada periode yang sama tahun lalu, pendapatan usaha VIVA masih mencapai Rp 914,22 miliar.

Per akhir Juni 2023, VIVA tercatat membukukan penurunan beban usaha sebesar 17,65% YoY menjadi Rp 723,62 miliar. Beban usaha tersebut beban program penyiaran sebesar Rp 289,12 miliar serta beban umum dan administrasi sebesar Rp 434,49 miliar.

VIVA juga harus menanggung rugi usaha mencapai Rp 104,39 miliar pada semester I-2022. Padahal, pada periode yang sama tahun 2022, VIVA masih mencetak laba usaha sebesar Rp 35,49 miliar.

Dari sisi bottom line, VIVA terpantau membukukan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 504,95 miliar. Angka ini mengalami penurunan dari kerugian di semester I-2022 yang sebesar Rp 659,10 miliar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×