kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   0,00   0,00%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Gempa guncang Jepang, indeks regional anjlok 1,7%


Jumat, 11 Maret 2011 / 18:21 WIB
Ilham Pinastiko Founder dan Owner Pala Nusantara. Profil Ilham Pinastiko bag.1: inovasikan jam tangan dari kayu hingga vegan watch pertama di dunia. DOK PRIBADI


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

SYDNEY. Gempa yang mengguncang Jepang, tak ayal ikut menekan bursa saham Asia, hari ini. Bahkan, indeks MSCI Asia Pasifik sudah anjlok 1,7% ke 133,87 pada pukul 4.36 sore waktu Tokyo. Penurunannya di pekan ini merupakan yang terbesar sejak Agustus.

Lebih dari delapan saham anjlok untuk setiap satu saham yang naik.

Sejak perdagangan pagi, indeks regional juga sudah melemah karena kerusuhan di Timur Tengah, dan naiknya angka klaim pengangguran AS.

Hingga pukul 18.10 WIB, indeks Nikkei 225 ditutup jatuh 1,72% ke 10.254. Sementara, indeks Hang Seng terbenam 1,55% ke 23.249,78, dan indeks Kospi terkoreksi 1,31% ke level 1.955,54. Adapun, indeks S&P/ASX 200 jatuh 1,17% ke 4.644,8, dan IHSG tertekan 1,27% ke 3.542,23.

Kang Shin Woo, kepala investasi Korea Investment Management Co. menyebut, gempa bumi Jepang menambahkan ketidakpastian pasar yang sudah terganggu dengan gejolak di Timur Tengah dan kekhawatiran utang Eropa. "Ini bisa meningkatkan kekhawatiran terhadap ekonomi Jepang yang telah menunjukkan beberapa tanda-tanda pemulihan," ujarnya.

Gavin Parry, direktur Parry International Trading Ltd. juga menilai, gempa dan kebakaran di Tokyo hanya menambah sentimen bearish di regional, yang semakin memberatkan pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×