kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.522   22,00   0,13%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

GBP/USD berpeluang melemah di akhir pekan


Kamis, 25 Agustus 2016 / 20:30 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Dollar AS berhasil mengungguli sterling di tengah data positif dari Inggris. Pelemahan GBP/USD dapat berlanjut hingga akhir pekan jika Gubernur The Fed Janet Yellen mendukung kenaikan suku bunga.

Mengutip Bloomberg, Kamis (25/8) pukul 19.13 WIB, pasangan GBP/USD tergerus 0,29% ke level 1,3194 dibanding sehari sebelumnya.

Analis PT Esandar Arthamas Berjangka, Tonny Mariano menyebutkan, pasangan GBP/USD bergerak melemah tetapi masih dalam range terbatas. USD mampu mengguli sterling meski data indeks penjualan dari Confederation of British Industry (CBI) bulan ini naik ke level 9 dari sebelumnya minus 14.

Pasalnya, pelaku pasar masih menunggu komentar dari pejabat The Fed, terutama Janet Yellen. "Pasar mulai mempertimbangkan jika Yellen akan menyetujui pejabat lain untuk menaikkan suku bunga tahun ini," papar Tonny.

Sedangkan data ekonomi dari Inggris tidak termasuk data penting sehingga dampaknya kecil pada pergerakan GBP.

Selanjutnya, data klaim pengangguran AS diprediksi naik menjadi 265.000 dari sebelumnya 262.000 tetapi pesanan barang tahan lama diperkirakan naik menjadi 0,4% dari sebelumnya minus 0,4%.

Lalu pada akhir pekan, AS juga akan meliris data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2016 dengan prediksi turun ke menjadi 1,1% dari sebelumnya 1,2%. Meski data AS beragam, Tonny melihat peluang GBP/USD untuk melemah lebih besar. Apalagi jika Yellen mendukung kenaikan suku bunga.

Pada akhir pekan, Inggris juga akan merilis estimasi kedua dari pertumbuhan ekonomi kuartal II-2016 dengan prediksi tetap di level 0,6%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×