kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Fokus di bisnis energi, Barito Pacific menjual cucu usaha


Rabu, 12 September 2018 / 21:33 WIB
ILUSTRASI. Direktur Barito Pacific Tbk David Kosasih


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) bakal mendapat duit segar setidaknya Rp 1 triliun. Dana tersebut didapat dari divestasi dua cucu usaha.

Keduanya adalah, PT Grand Utama Mandiri dan PT Tintin Boyok Sawit. Divestasi dilakukan melalui anak usaha BRPT, PT Royal Mandiri dengan PT Green Global Lestari sebagai pihak pembeli.

Manajemen memastikan, divestasi tersebut tidak berdampak secara negatif terhadap kegiatan bisnis BRPT. Divestasi justru akan membuat BRPT menjadi lebih fokus terhadap bisnis inti. Ini yang menjadi alasan perusahaan mendivestasi dua anak usahanya itu.

"Jadi, aset itu dijual karena bukan bisnis inti. Dana hasil penjualannya akan kami gunakan untuk keperluan bisnis yang lain," jelas David Kosasih, Direktur Keuangan BRPT kepada Kontan.co.id, Rabu (12/9).

BRPT kini tengah memantapkan rencana untuk fokus di bisnis sektor sumber daya energi terbarukan. Ke depan, perusahaan ini tak lagi menjadi holding company melainkan langsung sebagai power operating company.

Akuisisi Star Energy menjadi inisiasi rencana tersebut. Usai akuisisi, BRPT berharap jadi semakin terintegrasi dengan kemampuan operasional yang optimal. Sumber pendapatan BRPT juga diharapkan bisa terdiversifikasi dan memperkuat peluang pertumbuhan.

Perusahaan juga sudah memiliki rencana ekspansi bertema hijau. BRPT berniat menambah kapasitas PLTP Salak sebesar 15 megawatt (MW) pada tahun 2021, dari kapasitas sekarang sebesar 377 MW.

Ada pula proyek patungan dengan PT Indonesia Power di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Jawa 9 dan PLTU Jawa 10 dengan total kapasitas 2x1.000 MW. Kedua PLTU itu ditargetkan tuntas tahun 2023.

Tahun 2024, BRPT akan menambah satu pembangkit di Wayang Windu berkapasitas 60 MW. Sekarang, di sana sudah ada dua unit pembangkit berkapasitas 227 MW.

Perusahaan ini juga berniat membangun sumber energi baru terbarukan berbasis geotermal di Hamiding dan Sekincau. Kedua proyek itu ditargetkan tuntas tahun 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×