kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Fluktuasi perdagangan menggerus Wall Street lebih dari 2%


Jumat, 12 Oktober 2018 / 06:56 WIB
Fluktuasi perdagangan menggerus Wall Street lebih dari 2%
ILUSTRASI. Bursa AS


Reporter: Sanny Cicilia | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street kembali melanjutkan penurunan indeks pada sesi perdagangan Kamis (12/10) yang ditutup dini hari tadi. Investor masih menjauhi pasar saham meski aksi jual tak sederas hari sebelumnya.

Indeks acuan Dow Jones Industrial Average ditutup turun 545,91 poin atau 2,13% menjadi 25.052,83 kemarin, setelah hari sebelumnya merosot 3%. 

Indeks S&P 500 kehilangan 57,31 poin atau 2,06% menjadi 2.728,37. Sedangkan Nasdaq Composite jatuh 92,99 poin atau 1,25% menjadi 7.329,06.

"Investor khawatir, pasar ekuitas akan mengalami kesulitan pemulihan karena tren kenaikan suku bunga bertepatan dengan ketidakpastian berapa banyak laba korporasi dikorbankan dari konflik dagang AS-China," kata Michael O’Rourke, chief market strategist JonesTrading di Greenwich, Connecticut, seperti dikutip Reuters.

Sektor energi di bursa AS merosot 3,1% karena tekanan terhadap harga minyak mentah. Seluruh 11 grup saham di S&P mengakhiri perdagangan di zona merah, dan hanya sektor komunikasi dan jasa yang penurunannya tak sampai 1%. 

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 11,44 miliar saham, transaksi terbanyak sejak Februari. Perdagangan jauh lebih ramai ketimbang rata-rata 7,65 miliar saham dalam 20 hari terakhir.

Sementara itu, Wall Street berfluktuasi cukup kencang. CBOE Volatility Index, yang menjadi indikator kekhawatiran pasar, berakhir dengan kenaikan 2 poin menjadi 24,98, level tertingginya sejak 12 Februari silam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×