kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Fitch Ratings merevisi outlook Ciputra Development (CTRA) dari stabil menjadi negatif


Kamis, 13 Juni 2019 / 14:05 WIB

Fitch Ratings merevisi outlook Ciputra Development (CTRA) dari stabil menjadi negatif

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga pemeringkat Fitch Ratings merevisi outlook bisnis emiten properti PT Ciputra Development Tbk (CTRA). Sebelumnya, CTRA memiliki peringkat jangka panjang issuer default rating stabil. Namun, per Rabu (12/6), peringkat CTRA direvisi menjadi negatif BB- oleh lembaga pemeringkat tersebut.

Ada beberapa alasan revisi tersebut dilakukan oleh CTRA. Turunnya pra-penjualan CTRA sepanjang 2018 lalu sebesar 30% membuat Fitch merevisi peringkat perusahaan itu.


Pada tahun 2018, pra penjualan CTRA tercatat hanya sekitar Rp 4 triliun. Jumlah itu lebih rendah dibanding jumlah pra-penjualan sepanjang tahun 2013 hingga tahun 2018 yang berada di kisaran Rp 5 triliun hingga Rp 7 triliun.

Fitch memperkirakan pra-penjualan CTRA pada tahun 2019 ini masih akan menurun. “Perkiraan kami tahun ini pra-penjualan CTRA akan ada di angka Rp 3,7 triliun atau turun sebesar 7%,” tandas analis Fitch Ratings Guninta Sudiar dalam keterangan, Rabu (12/6).

Guninta menambahkan penjualan pada kuartal II tahun 2019 ini masih akan tetap rendah akibat momen Idul Fitri lalu. “Tetapi akan pulih pada semester kedua tahun ini sebagaimana ekspektasi kami akan peluncuran produk baru, terlebih setelah momen pemilihan umum,” tandas Guninta.

Penjualan CTRA diproyeksikan akan tumbuh di tahun 2020 seiring dengan perbaikan dari kinerja makro-ekonomi Indonesia. Sebelumnya, Fitch memperkirakan pertumbuhan GDP Indonesia akan tumbuh menjadi 5,1% pada 2020 dan 5,3% pada tahun 2021. “Pertumbuhan itu pasti juga akan memperbaiki aktivitas dan kinerja bisnis CTRA,” kata Guninta.

Terkait dengan proyeksi perusahaan, Fitch menilai eksposur CTRA masih signifikan terutama di segmen hunian menengah ke bawah. Hal itu terlihat dari pendapatan CTRA sepanjang tahun 2018.

Sebesar 40% dari pra-penjualan perusahaan di tahun itu disumbang dari hunian segmen menengah ke bawah atau harga hunian di bawah Rp 1 miliar. Sebagai informasi, pada tahun 2018 lalu CTRA mencetak pra-penjualan sebesar Rp 6,36 triliun.

Selain itu, jumlah cadangan tanah CTRA juga masih terlihat prospektif. Hingga saat ini CTRA memiliki sekitar cadangan tanah sebesar sekitar 2.500 hektare. “Cadangan tanah yang besar menjamin kelangsungan proyek, terutama saat harga tanah meningkat,” kata Guninta.

Meski begitu, Fitch memperingkatkan mengenai peringkat CTRA yang masih bisa mengalami penurunan. “Peringkat CTRA kembali berpotensi menurun bilamana pra-penjualan tidak kembali menuju lebih dari Rp 5 triliun pada 2021 mendatang,” tutup Guninta Sudiar.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan


Close [X]
×