kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

FASW gunakan kas untuk melunasi utang US$ 30 juta


Senin, 05 Maret 2012 / 07:45 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi. Bawang bombai bermanfaat untuk menurunkan kolesterol.


Reporter: Veri Nurhansyah Tragistina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) berupaya mengurangi beban utang. Produsen kertas kemasan tersebut berniat mencicil utang senilai US$ 30 juta di tahun ini.

Kreditur yang akan mendapat pelunasan dari FASW adalah sindikat perbankan yang dikelola The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) dan United Overseas Bank Limited (UOB). "Dana untuk mencicil utang tersebut bersumber dari kas internal," ujar Hadi R. Ongkowidjojo, Direktur FASW, Jumat (3/3).

Pinjaman sindikasi yang akan dilunasi tersebut diperoleh FASW pada tanggal 20 Oktober 2008. Ketika itu, total perjanjian pinjaman yang disepakati US$ 70 juta.

Selain HSBC dan UOB, ada dua bank lain yang turut bergabung dalam sindikasi tersebut. Yaitu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) kantor cabang Singapura.

Jangka waktu pinjaman dari sindikasi itu adalah lima tahun dengan tingkat bunga per tahun sebesar 3%-3,5% di atas London Interbank Offered Rate (LIBOR). Pembayaran pinjaman jatuh tempo setiap tiga bulan sekali.

Per akhir September 2011, nilai utang FASW ke sindikasi adalah Rp 557,11 miliar. "Sementara total tiga kali cicilan yang harus dilunasi selama tahun ini US$ 30 juta," ujar Hadi, Jumat (2/3).

FASW menggunakan pinjaman tersebut untuk menambah mesin produksi atau paper machine (PM) baru, yaitu PM 5 yang berkapasitas 300.000 ton per tahun. Proyek ini mulai dilakukan pada kuartal IV 2008 dan telah selesai pada semester II 2010.

Beroperasinya PM 5 membuat produksi kertas FASW naik menjadi 1,05 juta ton di tahun 2010. Jumlah produksi FASW sudah bertambah lagi menjadi sekitar 1,12 juta ton kertas per tahun, seiring modifikasi PM 2 yang dilakukan pada akhir tahun lalu.

FASW memiliki utang lain yang jatuh tempo di tahun ini. Di antaranya, fasilitas utang sebesar US$ 35 juta kepada Standard Chartered Bank. Utang tersebut sejatinya jatuh tempo pada 29 Februari 2012.

Namun, utang yang bersifat kredit impor jangka pendek itu sudah diperpanjang secara otomatis hingga 12 bulan mendatang. Per akhir September 2011, utang FASW ke Standard Chartered Bank sebesar Rp 124,54 miliar.

Selain itu, fasilitas utang sebesar US$ 50 juta dan US$ 35 juta kepada HSBC. Utang tersebut akan jatuh tempo pada 31 Mei 2012.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×