Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan aset digital dan teknologi blockchain mendorong lahirnya berbagai inovasi layanan keuangan yang semakin terintegrasi dengan kebutuhan transaksi sehari-hari.
Salah satu tren yang mulai berkembang adalah pemanfaatan stablecoin sebagai alat pendukung pembayaran yang memungkinkan transaksi lintas negara berlangsung lebih cepat dan efisien.
Di tengah perkembangan tersebut, Fasset Global meluncurkan Fasset Card. Ini adalah kartu pembayaran yang memungkinkan pengguna memanfaatkan saldo berbasis stablecoin untuk bertransaksi di jaringan merchant global.
Peluncuran produk ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas akses layanan keuangan digital sekaligus mendorong inklusi keuangan di negara berkembang.
Fasset mengklaim, kartu tersebut dapat digunakan di lebih dari 150 juta merchant di seluruh dunia yang menerima jaringan Visa. Pengguna bisa melakukan pengisian saldo langsung melalui wallet yang tersedia pada aplikasi Fasset Global sebelum melakukan transaksi.
Baca Juga: Perkuat Konektivitas Infrastruktur Gas Bumi, PGN (PGAS) Operasikan Proyek CISEM II
Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Abdulla Salem Obaid Salem Aldaheri mengatakan, peluncuran tersebut mencerminkan semakin eratnya hubungan kerja sama ekonomi digital antara Uni Emirat Arab dan Indonesia. "Fasset merupakan contoh luar biasa dari jembatan ekonomi dan teknologi global antara Uni Emirat Arab dan Indonesia," ujarnya, dalam keterangannya, Selasa (9/6).
Fasset Global mengungkapkan telah memperoleh pendanaan senilai US$ 51 juta dalam salah satu putaran pendanaan Seri B terbesar di sektor fintech global pada 2026.
Dana tersebut untuk mempercepat pengembangan Fasset Own Network, infrastruktur keuangan yang mencakup lebih dari 50 koridor perbankan, sekaligus mendukung ekspansi pasar internasional dan pengembangan solusi embedded trade finance untuk UMKM.
Co-Founder sekaligus CEO Fasset Global, Mohammad Raafi Hossain mengatakan F,asset Card merupakan representasi langsung dari infrastruktur keuangan yang selama ini dibangun perusahaan di berbagai pasar berkembang.
"Tujuan kami sejak awal adalah agar stablecoin dan aset yang ditokenisasi menjadi bagian dari kehidupan finansial sehari-hari bagi semua orang," kata Raafi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













