kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Faktor Eropa dan Irak menggerus harga minyak


Senin, 23 Juli 2012 / 07:57 WIB
ILUSTRASI. Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria kembali terkena Covid-19.


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

MELBOURNE. Sudah dua hari terakhir, harga minyak dunia mencatatkan penurunan di New York. Pada pukul 09.55 waktu Sydney, harga kontrak minyak jenis WTI untuk pengantaran September turun 65 sen menjadi US$ 91,18 per barel di New York Mercantile exchange.

Pada 20 Juli lalu, kontrak yang sama turun sebesar 1,2% menjadi SU$ 91,83 sebarel. Dengan demikian, sepanjang tahun ini, harga minyak sudah melorot sebesar 7,8%.

Penurunan harga minyak hari ini (23/7) dipengaruhi oleh kecemasan investor bahwa krisis utang Eropa semakin memburuk. Kondisi itu akan menyebabkan tingkat permintaan minyak akan terpangkas. Faktor lainnya adalah Irak menghentikan sementara waktu ekspor minyak ke Turki setelah terjadi ledakan pada salah satu kilang minyaknya.

"Spanyol dan isu Eropa masih akan menyebabkan volatilitas di pasar. Saat ini, kita masih belum memahami opsi kebijakan yang akan diambil. Itu sebabnya, masih ada kecemasan tingkat permintaan minyak akan turun," urai Jarmo Kotilaine, chief economist National Commercial Bank di Jeddah.

Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran September turun 0,5% menjadi US$ 106,26 sebarel di ICE Futures Europe exchange.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×