kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Euro tertekan spekulasi penurunan data Jerman


Kamis, 05 Juli 2012 / 07:16 WIB
ILUSTRASI. Satpol PP Kota Bandung berjaga-jaga di area sekitar lapangan rumput sintetis di kawasan Taman Alun-Alun Kota Bandung, Minggu (15/3/2020). Cuaca besok di Jawa dan Bali cerah berawan hingga hujan petir, menurut prakiraan BMKG. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Posisi euro masih saja melemah terhadap mayoritas 16 mata uang dunia pagi ini. Pada pukul 08.34 waktu Tokyo, euro diperdagangkan pada level 100,04 yen setelah kemarin (5/7) melemah 0,5% ke posisi 100,07.

Sementara itu, jika berhadapan dengan dollar AS, nilai tukar euro tak banyak mencatatkan perubahan di posisi US$ 1,2519. Sedangkan posisi dollar AS berada di level 79,91 yen dari sebelumnya 79,88 yen.

Pelemahan euro terjadi sebelum data mengenai tingkat pemesanan manufaktur Jerman dirilis pada hari ini. Namun, sebelumnya pelaku pasar memprediksi, tingkat pemesanan manufaktur Jerman itu akan menurun akibat krisis utang Eropa.

"Posisi euro melemah dan masih akan terus tertekan. Pasalnya, Jerman merupakan pasar yang besar. Jika pasar di Jerman turun, hal ini akan mengguncang kepercayaan bisnis ke depannya," urai Derek Mumford, director Rochford Capital di Sydney.

Selain itu, pergerakan euro juga dipengaruhi oleh spekulasi bahwa Bank Sentral eropa akan memangkas suku bunga acuannya pada pertemuan hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×