kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Euro masih saja loyo


Rabu, 30 September 2015 / 07:00 WIB
Euro masih saja loyo


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Euro tumbang di hadapan mata uang lain. Pengumuman data ekonomi Eropa yang hasilnya negatif, menyeret pergerakan mata uang benua biru. Mengutip Bloomberg, Selasa (29/9) pukul 17.19 WIB, pasangan EUR/USD turun 0,11% ke level 1,1232. Pairing EUR/GBP melemah 0,23% ke level 0,73937 dan EUR/JPY turun 0,13% ke level 134,66.

Analis SoeGee Futures, Alwi Assegaf mengatakan sebenarnya mata uang EUR mendapat sentimen positif, mengingat peran euro sebagai mata uang carry trade. Kurs USD dalam dua hari terakhir tertekan akibat kekhawatiran ekonomi global setelah muncul laporan penurunan laba sektor industri China.

Adanya beragam pandangan kebijakan moneter AS menurut Alwi, turut menahan penguatan USD. Tapi, penguatan EUR dihadapan USD tidak bertahan lama, setelah data ekonomi Eropa memperlihatkan hasil negatif.

Suluh Adil Wicaksono, analis Millenium Penata Futures, mengatakan, buruknya data Eropa juga menyeret mata uang EUR terhadap poundsterling. Padahal, pergerakan pasangan EUR/GBP dalam sebulan terakhir dalam tren menguat. Kini, isu pemangkasan suku bunga masih membayangi pergerakan mata uang dunia, termasuk EUR.

"Eropa sudah memangkas suku bunga karena sebelumnya ekonomi Eropa mengalami resesi," ujar Suluh. Jika ECB memangkas suku bunga, maka mata uang EUR akan semakin melemah.

Gema Goeyardi, Analis dan Direktur PT Astronacci International Futures, mengatakan, pertumbuhan jumlah uang beredar Zona Euro menurun ke angka 4,8% pada Agustus, dari 5,3% Juli. "Presiden ECB, Mario Draghi menyatakan, tak ada bukti kuat yang menjadi alasan penambahan stimulus ekonomi," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×