Reporter: Vivit Dewi | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga aset kripto masih terkoreksi dalam sepekan terakhir. Pelemahan ether tercatat lebih dalam dibandingkan bitcoin, seiring volatilitas ether yang cenderung lebih tinggi. Di tengah kondisi tersebut, investor diingatkan untuk mencermati risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Berdasarkan data CoinMarketCap pada Jumat (9/10/2026) pukul 17.05 WIB, harga bitcoin berada di US$ 82.619, turun 0,57% dalam 24 jam dan terkoreksi 4,37% dalam sepekan. Sementara itu, ether berada di level US$ 2.501, melemah 2,58% secara harian dan terkoreksi 9,03% dalam sepekan.
Co-Founder CryptoWatch sekaligus Pengelola Channel Duit Pintar Christopher Tahir mengatakan, pergerakan ether cenderung lebih fluktuatif dibandingkan bitcoin. Hal ini dipengaruhi kapitalisasi pasar ether yang lebih kecil serta beta yang lebih tinggi, sehingga pergerakannya cenderung lebih sensitif terhadap perubahan pasar.
Baca Juga: Bitcoin dan Ether Melemah Sepekan, Prospek Pemulihan Bergantung pada The Fed
“Terutama dikarenakan kapitalisasi pasar yang lebih kecil, yang menyebabkan volatilitas yang cenderung lebih besar, ditambah lagi ether yang cenderung memiliki beta yang lebih besar,” ujar Christopher kepada Kontan, Jumat (9/10/2026).
Di sisi lain, bitcoin memiliki persepsi sebagai aset kripto yang relatif lebih aman dibandingkan aset kripto lainnya. Persepsi tersebut dapat membantu menopang harga bitcoin atau membatasi penurunannya ketika pasar berada dalam tekanan.
Kendati demikian, President Director OSL Indonesia Ivan Arilito mengingatkan investor agar tidak terburu-buru mengambil keputusan saat pasar kripto terkoreksi.
“Investor perlu mencermati informasi dan melakukan riset sebelum memutuskan membeli atau menjual aset. Jangan mengambil keputusan hanya karena mengikuti tren atau takut ketinggalan peluang (fear of missing out/FOMO),” tutur Ivan.
Ivan juga menyebut kondisi pasar kripto saat ini masih cukup baik dibandingkan dua bulan sebelumnya. Ia masih optimistis terhadap bitcoin, meski investor tetap perlu berhati-hati dalam menentukan strategi di tengah pergerakan harga yang berfluktuasi.
Sementara itu, Christopher memperkirakan tekanan terhadap aset kripto masih berpotensi berlanjut. Ia memproyeksikan harga bitcoin dapat kembali turun ke kisaran US$ 50.000, sedangkan ether berpotensi menyentuh US$ 2.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














