kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Ernst & Young sebut asing bullish ke pasar saham Indonesia, BEI rindu emisi IPO besar


Selasa, 23 Juli 2019 / 12:56 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ernst & Young Indonesia mengatakan minat investor asing terhadap pasar saham di Indonesia cenderung meningkat. 

"Kemarin sempat wait and see itu biasa di tiap negara karena ada pemilu. Tidak se-hold seperti 5-10 tahun sebelumnya. Apalagi setelah diumumkan, mereka juga sudah siap-siap untuk investasi dan masuk lagi ke Indonesia," kata Partner Transaction Advisory Services Ernst & Young Indonesia Sahala Situmorang di Gedung BEI, Selasa (23/7). 

Sementara itu, hingga akhir semester satu, lantai bursa dipenuhi saham dengan emisi kecil. Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna menjelaskan, pihaknya juga tengah berusaha menarik perusahaan dengan emisi besar. 

"Kami rindu dengan yang besar, namun yang besar kan bisa jadi mempertimbangkan sesuatu. Yang pasti kami grab juga, effort," jelas Nyoman saat ditemui di Gedung BEI, Selasa (23/7). 

Nyoman menjelaskan, BEI telah menyurati beberapa perusahaan yang berpeluang menggelar emisi besar sembari tetap membuka akses untuk pasar yang lebih luas. Ada sekitar separuh dari daftar perusahaan tersebut memberi respons sehingga BEI bisa kontak langsung dengan mereka dengan cara presentasi. "Sisanya belum, kami kejar juga supaya bisa presentasi," imbuh dia. 

Lebih lanjut, Nyoman mengatakan, BEI bersama dengan stakeholder lain seperti KSEI dan OJK juga telah melakukan kerja sama workshop go public di beberapa kota strategis. Kota tersebut antara lain Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta.

Program ini mengajak asosiasi seperti Kadin agar anggotanya tertarik melantai di bursa. "Jadi yang pertama go public yang biasanya dihadiri 100 peserta lalu business meeting untuk yang sudah lebih siap," jelas dia. 

Nyoman menegaskan, program ini sudah membuahkan hasil. Sebab periode lalu, imbuh dia, perusahaan yang mendaftarkan diri berasal dari program workshop

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×