Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. PT Equator Investments baru saja meluncurkan reksadana konvensional berbentuk campuran pada 15 Agustus lalu. Reksadana tersebut bertajuk Reksadana Equator Alpha. Ini merupakan peluncuran reksadana perdana Equator Investments setelah MI tersebut diakuisisi oleh Equator Capital Partners.
Equator Alpha merupakan jenis reksadana campuran dengan tujuan memberikan imbal hasil positif dari efek bersifat ekuitas, efek bersifat hutang, dan efek pasar uang. Kebijakan investasi dari portofolio reksadana ini adalah 1%-79% pada efek saham, 1%-79% pada efek hutang dan 1%-79% pada instrumen pasar uang.
Menurut Howard Chu, Direktur Utama PT Equator Investments, dalam penerbitan reksadana ini, Equator Investments akan bekerja sama dengan Deutsche Bank selaku Bank Kustodian. Minimum investasi awal untuk kepemilikan unit adalah Rp 500 ribu dan Rp 500 ribu untuk investasi selanjutnya. Nasabah dan calon investor dapat membeli Equator Alpha dengan menghubungi langsung PT Equator Investments.
Sekadar tambahan informasi, Howard akan mengelola langsung portofolio dari reksadana Equator Alpha. Howard saat ini dikenal sebagai seorang portfolio manager berpengalaman yang telah berkecimpung di capital market Indonesia selama 19 tahun.
Howard menilai, kondis Indonesia sangat menjanjikan di mana pasar modal Indonesia termasuk salah satu pasar modal dengan top performance selama tiga tahun berturut-turut.
Namun demikian, Howard mengingatkan ketidakpastian yang melanda kawasan Eropa bersamaan dengan potensi mundurnya pertumbuhan di China mengakibatkan risiko investasi yang lebih tinggi di masa mendatang.
“Kami memperkirakan akan terjadi peningkatan volatilitas pasar modal sehingga kami membuat reksadana yang fleksibel yang diharapkan dapat memberikan kinerja terbaik dalam kondisi tersebut, serta dapat berkembang terus dalam kondisi ketidakpastian ini,” jelas Howard. Sedangkan untuk indikasi returnnya, pihak equator menargetkan sekitar 15%-20% per tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













