kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.014   51,00   0,28%
  • IDX 5.774   78,50   1,38%
  • KOMPAS100 749   13,86   1,89%
  • LQ45 569   11,92   2,14%
  • ISSI 200   1,33   0,67%
  • IDX30 322   6,75   2,14%
  • IDXHIDIV20 397   7,89   2,03%
  • IDX80 85   1,63   1,95%
  • IDXV30 108   1,54   1,45%
  • IDXQ30 104   1,82   1,78%

Emiten BUMN Karya cenderung bisa menjaga perolehan kontrak baru hingga semester I


Jumat, 23 Juli 2021 / 12:35 WIB
ILUSTRASI. Pekerja konstruksi beraktivitas di proyek renovasi gedung pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta, Minggu (31/1/2021). (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Tendi Mahadi

Selanjutnya, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) yang membukukan kontrak baru sebesar Rp 2,5 triliun atau tumbuh 67,3% YoY. Realisasi tersebut mencapai 41,8% terhadap estimasi tahun ini sebesar Rp 6 triliun. Oleh sebab itu, Mirae Asset saat ini masih mempertahankan target kontrak baru WTON sepanjang 2021.

Selanjutnya, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) yang membukukan kontrak baru Rp 6,7 triliun atau tumbuh 81,1% YoY. Angka tersebut mencapai 31% dari estimasinya sepanjang 2021 sebesar Rp 21,6 triliun. Mirae Asset juga masih mempertahankan estimasi kontrak baru ADHI tahun ini.

Joshua menilai tren peningkatan kasus Covid-19 nasional mungkin menyebabkan beberapa tender proyek infrastruktur menjadi tertunda. Namun, valuasi P/B yang sangat murah membuat harga saham BUMN Karya menjadi cukup menarik.

Ia memproyeksikan katalis positif di sektor ini mungkin baru akan muncul pada 4Q21, yang seharusnya berasal dari SWF dan PMN. "Karena itu, kami memilih untuk mempertahankan rekomendasi Netral kami untuk saat ini," pungkasnya.

Selanjutnya: Superkrane (SKRN) bidik negara-negara Asia Tenggara dalam rencana ekspansi pasar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×