kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Emas terkerek nasib tak menentu Brexit


Senin, 21 Oktober 2019 / 18:59 WIB
Emas terkerek nasib tak menentu Brexit
ILUSTRASI. Gold bars and coins are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany, August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder

Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tertundanya rencana Inggris untuk keluar dari Uni Eropa (UE) atau dikenal dengan Brexit, bisa menjadi katalis signifikan bagi pergerakan harga emas di sisa 2019.

Mengutip Bloomberg, pukul 18.42 WIB, Senin (21/10), emas pasar spot ke US$ 1.491,44 per ons troi atau menguat tipis 0,09%. Sedangkan, emas berjangka untuk pengiriman Desember 2019 ke US$ 1.494,90 per ons troi atau menguat 0,05% dari sesi sebelumnya.

Sebagai informasi, pada Sabtu (19/10) pihak parlemen Inggris memutuskan untuk mengajukan perpanjangan waktu selama tiga bulan untuk kali ketiganya kepada UE.

Baca Juga: Ekspor perhiasan naik US$1,3 miliar, Kemenperin ajak UKM pameran

Itu terjadi setelah Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson kalah dengan hasil suara 322 lawan 306 pada voting parlemen Inggris terkait draft Brexit yang telah diajukkan.

Apalagi, Johnson secara pribadi tidak memberikan tanda tangan pada proposal penundaan deadline Brexit yang awalnya jatuh pada tanggal 31 Oktober mendatang.

Keengganan Johnson itu juga didukung oleh Government Minister, Michael Gove. Menurutnya, Inggris tetap akan lepas dari Uni Eropa sesuai tenggat waktu awal, meskipun Johnson mengajukan penundaan.

Baca Juga: Emas bertahan di atas level US$ 1.490 per ons troi

Alhasil, terkait perkembangan ketidakpastian Brexit yang hingga kini masih menjadi fokus utama bagi para investor.

"Ini akan memberikan dampak yang cukup signifikan bagi pergerakan logam mulia emas sebagai safe-haven di tengah kondisi ketidakpastian geopolitik yang sedang terjadi," Analis PT Rifan Financindo Berjangka Puja Purbaya Sakti kepada Kontan, Senin (21/10)..

Di sisi lain, investor juga masih fokus pada perkembangan kesepakatan dagang antara AS-China, serta rapat Federal Open Market Committe (FOMC) yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

Baca Juga: Harga emas Antam hari ini stagnan di Rp 756.000

Kekhawatiran pasar atas perlambatan ekonomi global akibat resesi dan kemungkinan pemangkasan suku bunga acuan The Fed telah diantisipasi pasar.

Selain itu, ,munculnya kekhawatiran pasar atas resesi global juga tampak dari merosotnya pertumbuhan ekonomi China pada kuartal ketiga tahun ini ke 6,0% mendekati level terendah dalam 27 tahun terakhir.

Ditambah lagi, rilis data penjualan ritel AS di September kembali menunjukkan angka negatif -0,3% yang merupakan level terendah dalam 7 bulan terakhir.


Tag

Video Pilihan

TERBARU

×