kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45760,32   20,32   2.75%
  • EMAS1.006.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 1.46%
  • RD.CAMPURAN 0.61%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Emas spot masih betah melemah di US$ 2.029,56 per ons troi pada siang ini


Senin, 10 Agustus 2020 / 12:34 WIB
Emas spot masih betah melemah di US$ 2.029,56 per ons troi pada siang ini
ILUSTRASI. Harga emas spot turun

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID -  SYDNEY. Harga emas kembali melemah pada perdagangan hari ini. Sentimen negatif bagi si kuning datang setelah dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat mengingat data penggajian di Negeri Paman Sam yang lebih baik dari perkiraan. Sementara itu, investor masih memantau hubungan antara China dan AS jelang pembicaraan perdagangan yang sudah dijadwalkan.

Mengutip Reuters, Senin (10/8) pukul 12.25 WIB, harga emas turun 0,3% menjadi US$ 2.029,56 per ons troi. Hal berbeda terjadi pada harga emas berjangka kontrak pengiriman Desember 2020 yang naik 0,5% menjadi US$ 2.038,20 per ons troi.

Pelemahan emas merupakan lanjutan dari akhir pekan lalu. Walau sempat mencapai rekor tertinggi di US$ 2.072,50 per ons troi, harga emas anjlok hampir 2% karena dolar AS melesat setelah data nonfarm payrolls AS meningkat 1.763 juta di bulan Juli.

Baca Juga: Harga emas spot kembali melemah terseret penguatan dolar AS

"Narasi dolar yang lebih kuat membebani keputusan investor, bersama dengan fakta bahwa orang akan lebih (rentan) untuk mengambil untung setelah kenaikan sebesar itu," kata Stephen Innes, Chief Market Strategist AxiCorp.

“Koreksi sangat mungkin terjadi di sini. Itu sangat tergantung bagaimana pasar memandang dolar secara keseluruhan, dengan eskalasi perdagangan antara AS-China yang menguntungkan bagi dolar," lanjut dia.

Dolar, yang sering menjadi aset safe haven di tengah gejolak ketegangan antara Washington dan Beijing kini sedang perkasa.

Kembali panasnya hubungan kedua negara adikuasa ini terjadi setelah pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengambil langkah untuk melarang dua aplikasi China yang palong populer, yakni TikTok dan WeChat.

"Ada ruang di sini bagi orang-orang untuk melepas sebagian emas mereka untuk eksposur," kata Currency Strategist DailyFx Ilya Spivak.

Spekulan mengurangi posisi bullish mereka dalam kontrak emas dan perak COMEX dalam seminggu hingga 4 Agustus, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) mengatakan pada hari Jumat.

Baca Juga: Rusia diramal akan salip China sebagai produsen emas teratas dunia di 2029

SPDR Gold Trust, dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia, mengatakan kepemilikannya turun 0,46% menjadi 1.262,12 ton pada hari Jumat.  

Emas fisik tetap tidak disukai di sebagian besar hub Asia minggu lalu karena pandemi yang memburuk membuat pembeli ritel menjauh.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×