kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Emas Global Turun Tipis, Prospek Harga Emas di Bulan Mei Diproyeksi Cenderung Naik


Minggu, 03 Mei 2026 / 15:24 WIB
Emas Global Turun Tipis, Prospek Harga Emas di Bulan Mei Diproyeksi Cenderung Naik
ILUSTRASI. Produk Unggulan: Staf menata emas di gerai Galeri24, Pegadaian (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas global mengalami koreksi tipis sepanjang April 2026. Meski demikian, penurunan ini dinilai belum mengubah tren jangka menengah yang masih cenderung bullish.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot turun 0,9% secara bulanan menjadi rata-rata US$ 4.636 per ons troi, dari posisi rata-rata Maret yang mencapai US$ 4.678 per ons troi. Namun, secara tahun berjalan emas masih mencatat kenaikan sebesar 5,21%.

Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, menilai pelemahan harga emas lebih mencerminkan fase konsolidasi teknikal yang sehat, bukan sinyal pelemahan fundamental. 

Baca Juga: Harga Minyak Masih Berpotensi Naik, Ini Skenario Terburuknya

Hal ini terlihat dari kinerja emas secara year to date (ytd) yang masih solid di atas 5%. "Koreksi ini dipicu oleh aksi ambil untung setelah reli panjang, serta penyesuaian pasar terhadap ekspektasi suku bunga tinggi yang diperkirakan bertahan lebih lama," ujar Sutopo kepada Kontan, Jumat (1/5/2026).

Di sisi lain, faktor geopolitik tetap menjadi penopang utama harga emas. Ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya di Selat Hormuz, serta potensi lonjakan inflasi energi dinilai menjaga permintaan terhadap aset safe haven tetap kuat.

Selain itu, peran emas sebagai instrumen lindung nilai juga diperkuat oleh tren akumulasi cadangan oleh bank sentral global. 

Sutopo menuturkan data World Gold Council, bank-bank sentral masih aktif menambah kepemilikan emas, mencerminkan tingginya kepercayaan terhadap logam mulia ini di tengah ketidakpastian global.

Memasuki Mei 2026, harga emas diperkirakan bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat. 

Pergerakan harga akan sangat dipengaruhi oleh rilis data inflasi Amerika Serikat serta arah kebijakan moneter bank sentral utama.

Baca Juga: Dinamika Global, Token Real World Assets (RWA) Bisa Jadi Diversifikasi Bagi Investor

Secara teknikal, level support emas global berada di kisaran US$ 4.400 per ons troi, sementara resistance terdekat berada di area US$ 4.900 per ons troi. 

Jika mampu menembus level tersebut, harga emas berpotensi melanjutkan reli dan mencetak rekor baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×