kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Elnusa menyerap 80% belanja modal 2017


Rabu, 15 November 2017 / 17:54 WIB


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Elnusa Tbk (ELSA) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 300 miliar sepanjang tahun ini. Sebagian besar capex tersebut sudah terserap.

"Serapannya hingga September sekitar Rp 240 miliar," ujar Rifqi Budi Prasetyo, Investor Relations ELSA kepada KONTAN belum lama ini. Artinya, serapan capex ELSA setara sekitar 80%.

Capex tersebut digunakan untuk membantu perusahaan mengejar targetnya tahun ini. "Pertumbuhan pendapatan sekitar 10% dibanding realisasi 2016," imbuh Rifqi.

Tahun 2016, pendapatan ELSA sebesar Rp 3,62 triliun. Artinya, perusahaan menargetkan pendapatan sekitar Rp 3,98 triliun. Realisasinya hingga September 2017 sebesar Rp 3,3 triliun. Artinya masih ada sekitar Rp 600 miliar lagi yang harus ELSA kejar.

Perusahaan akan mengejar sisa target pendapatan itu melalui kontrak yang akan diperoleh. Total kontrak ELSA semester I-2017 sekitar Rp 4,5 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 1,1 triliun merupakan kontrak baru.

Selama periode Juli-September 2017, ada tambahan kontrak baru untuk maintanance yang didapat ELSA. Nilainya sekitar US$ 30 juta atau setara sekitar Rp 400 miliar. Namun, manajemen belum bersedia meberikan detil terkait kontrak tersebut lantaran masih dalam tahap dokumentasi.

Dengan kinerja tersebut, manajemen optimistis laba bersihnya hingga akhir tahun ini bisa mencapai Rp 150 miliar hingga Rp 190 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×